Analisis Data Bisa Bantu Perusahaan Kembangkan Bisnis
Chief Architect Cloudera, Doug Cutting. (Medcom.id)
Jakarta: Sebuah perusahaan bisa mengumpulkan banyak data.

Sayangnya, mengolah data tersebut agar bisa menjadi informasi untuk membantu perusahaan mengambil keputusan bukanlah hal yang mudah. Di sinilah peran Cloudera, penyedia platform pembelajaran mesin (machine learning) dan analitik. 

Dalam wawancara eksklusif di Fairmont Hotel, Senin (19/3/2018), Chief Architect Cloudera, Doug Cutting menjelaskan bahwa pembelajaran mesin milik Cloudera dapat membantu para klien mereka untuk mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan dengan kebiasaan pelanggan sang perusahaan. 


Biasanya, sebuah perusahaan memiliki banyak data yang tersimpan dalam beberapa database yang terpisah.

Namun, dengan bantuan Cloudera, perusahaan akan dapat menyatukan semua data tersebut ke dalam database dan mengubah semua data itu menjadi informasi yang dapat membantu mereka mengambil keputusan. Contohnya, sebuah bank dapat memberikan penawaran produk finansial yang lebih sesuai dengan nasabahnya.

"Jika Anda memiliki situs, Anda bisa tahu iklan apa yang harus Anda tampilkan," kata pria yang akrab dengan panggilan Doug ini.

"Bagi bank atau operator telekomunikasi, mereka bisa mengetahui cara untuk mempertahankan pelanggan mereka."

Teknologi Cloudera juga digunakan oleh pemerintah. "Untuk mengetahui siapa yang melakukan pencucian uang misalnya atau penipuan." Doug mengatakan, semua hal ini akan dapat membantu perusahaan atau pemerintah untuk memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.

Proses otomatisasi -- yang identik dengan kecerdasan buatan (AI), pembelaran mesin atau machine learning dan robot -- membuat sebagian orang khawatir bahwa hal itu justru akan menghilangkan pekerjaan manusia. 

Meskipun Doug merasa saat ini masih terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan apakah keberadan robot dan AI akan menggantikan manusia sepenuhnya, dia mengaku percaya bahwa keberadaan teknologi tidak mengambil alih semua pekerjaan manusia.

"Pada awalnya, sebagian orang memang mungkin akan kehilangan pekerjaan karena adanya otomatisasi," katanya. 

Namun, dia menjelaskan, pada akhirnya, proses otomatisasi akan membuat perusahaan menjadi lebih efektif dan hal ini akan mendorong perusahaan untuk berinvestasi di area lain. Pada akhirnya, perkembangan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berarti akan tersedia lebih banyak pekerjaan. 

"Saya percaya, mengolah data yang mereka miliki akan membantu banyak perusahaan untuk mengembangkan bisnis mereka dan mengembangkan ekonomi," katanya pada akhir wawancara. "Ini merupakan bagian penting dalam pertumbuhan industri."



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.