Ilustrasi robot.
Ilustrasi robot.

Keberadaan Robot Hilangkan Tujuan Hidup Manusia?

Ellavie Ichlasa Amalia • 26 April 2016 17:46
medcom.id: Banyak cerita fiksi yang menggambarkan robot akan menguasai dunia dengan mengalahkan manusia dan menghancurkan peradaban yang ada. Namun, sebenarnya ada cara lain bagi robot untuk menguasai kehidupan manusia. Misalnya dengan mengambil alih pekerjaan manusia.
 
Dalam dunia yang dikuasai robot, manusia tidak perlu lagi untuk bekerja karena semua pekerjaan akan dilakukan oleh robot. Manusia akan bebas untuk mengerjakan apapun yang mereka sukai, seperti menggambar atau pergi berjalan-jalan.
 
Hal ini mungkin terdengar seperti kabar baik. Namun, tidak semua orang setuju dengan pendapat ini.

"Kita menilai diri kita dari kesuksesan untuk melakukan sebuah pekerjaan," kata seorang profesor hukum di NUI Galway, John Danaher. "Lalu, apa yang akan terjadi jika pekerjaan biasa menghilang?"
 
Dalam sebuah jurnal berjudul "Akankah Hidup Tetap Berharga dalam Dunia Tanpa Pekerjaan? Ketiadaan Pekerjaan Akibat Teknologi dan Arti dari Hidup", Danaher membayangkan sebuah masa depan yang mana robot bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang ada.
 
Motherboad lalu memutuskan untuk menghubungi para ahli ekonomi dan teknologi untuk meminta pendapat mereka tentang hal ini.
 
Seorang ahli ekonomi John Maynard Keynes menyebutkan dunia yang dikuasai oleh orang-orang kapitalis dan robot sebagai sebuah "penyakit baru", meski sebenarnya dia bukanlah orang pertama yang mengkhawatirkan skenario seperti ini terjadi.
 
Ketika WhatsApp dibeli oleh Facebook di tahun 2014 dengan harga USD16 milyar, perusahaan tersebut hanya memiliki 55 pekerja. Karena itu, tidak sulit untuk membayangkan, di masa depan, akan ada beberapa orang seperti Mark Zuckerberg yang menguasai sebaian besar kekayaan di dunia, meski mereka tidak mempekerjakan banyak orang.
 
Idealnya, seluruh kekayaan yang ada dibagikan ke masyarakat dunia secara adil. Semua orang dapat hidup dengan nyaman tanpa harus bekerja. Lalu, apa masalah yang timbul dari dunia seperti ini?
 
Profesor Columbia Law School, Tim Wu menyebutkan bahwa ancaman dari robot tidaklah sekadar kehancuran manusia. Ancaman lain yang robot berikan adalah menghilangkan tujuan hidup manusia.
 
Para ahli teknologi dari Silicon Valley ingin masyarakat percaya bahwa teknologi akan membuat hidup semua orang menjadi lebih baik dan lebih produktif. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, teknologi juga dapat membuat masyarakat menjadi malas.
 
Seseorang yang lahir dalam zaman saat dia tidak harus bekerja mungkin tidak akan memiliki minat atau tujuan hidup. Hal ini dibuktikan saat orang-orang yang menjadi bagian dari penelitian Danaher mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman dan bosan saat mereka tidak bekerja, meski mereka juga mengakui bahwa mereka lebih suka bermain daripada bekerja.
 
Jadi, meskipun di masa depan seseorang tidak lagi perlu bekerja, hal ini mungkin justru membuat mereka kehilangan tujuan dan bukannya membuat mereka bahagia. 
 
Namun, seorang peneliti khusus dari MIT Media Lab, Kate Darling, percaya bahwa hal ini tidak akan terjadi.
 
"Saya percaya pada manusia dan nilai-nilai yang menjadi motivasi kita," kata Darling pada Motherboard. Dia merasa, manusia tidak akan serta-merta kehilangan tujuan hidup hanya karena mereka tidak lagi perlu bekerja. Dia percaya, ada nilai lain selain uang yang menjadi motivasi manusia, seperti kreativitas dan kebanggaan. 
 
Jadi, meskipun di masa depan seseorang tidak lagi harus bekerja, bisa saja dia mengejar karir di perusahaan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa dia bisa melakukan hal itu.
 
"Kita senang untuk membuat sistem," kata Darling. "Jika robot bisa melakukan semua pekerjaan yang ada sekarang, kita akan membuat pekerjaan baru. Mungkin saja, kita akan melihat adanya industri-industri baru yang tidak terpikirkan sekarang ini." 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan