Hanya saja, untuk melakukan ini, dia memerlukan casing khusus yang dibuat dengan 3D printer.
Menurut The Verge, untuk memasukkan Android ke dalam iPhone, Lee memutuskan untuk membuat tiruan dari AOSP (Android Open Source Project), dan membuat Android Marshmallow yang telah dia modifikasi, agar sistem operasi Google ini dapat berjalan di sebuah papan sirkuit.
Setelah itu, dia mencetak casing seukuran iPhone. Gabungan dari papan sirkuit dengan baterai, boost converter dan resistor dimasukkan ke dalam casing tersebut. Casing pertama yang Lee ciptakan akan membuat iPhone terlihat tebal, menyerupai batu bata, yang mungkin mengingatkan Anda pada ponsel 15 tahun lalu.

Namun, Lee berhasil memperkecil desain ini. Sehingga casing yang diperlukan memiliki ukuran layaknya casing baterai biasa. Pada casing kedua ini, Lee juga menambahkan port HDMI, USB dan slot SD card.
Dalam video demonstrasi yang dia unggah ke YouTube, Lee tampaknya menyelipkan selembar plastik di atas komponen yang ada sebelum meletakkan iPhone di atas komponen-komponen yang ada dalam casing.
Untuk membuat agar iPhone menjalankan Android, Lee menggunakan aplikasi khusus dari Tendigi. Tendigi sendiri adalah perusahaan desain mobile dan studio pengembangan yang bermarkas di Brooklyn. Di sini, Lee bekerja sebagai CTO.
Lee menggunakan sebuah aplikasi iOS untuk membuat iPhone berkomunikasi dengan casing khusus buatannya, dan menjalankan Android yang telah dia kustomisasi. Untuk melakukan hal ini, Lee berkata dia membutuhkan waktu berhari-hari. Pada akhirnya, dia juga menyarankan untuk tidak memasukkan Android ke dalam iPhone.
Inilah video dari Tendigi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News