Panel produksi prosesor.
Panel produksi prosesor.

AS Dorong TSMC Bangun Pabrik di Negaranya

Teknologi amerika serikat teknologi tiongkok
Cahyandaru Kuncorojati • 19 Januari 2020 14:16
Jakarta: Nama perusahaan semikonduktor TSMC atau Taiwan Semiconductor Manufacturing Co harusnya tidak asing. Perusahaan ini menerima produksi prosesor untuk AMD dan chipset mobile Apple milik iPhone maupun Snapdragon punya Qualcomm.
 
Kabar terbaru perusahaan ini mulai mendapatkan desakan dari pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan proses produksi di negara tersebut. Alasannya tidak jauh dari geopolitik yang menimpah Huawei. Amerika Serikat tidak mau perusahaan tersebut disusupi pemerintah Tiongkok.
 
Dikutip dari Nikkei Asian Review, pemerintah Amerika Serikat tidak hanya melihat TSMC sebagai produsen chipset iPhone, smartphone yang mendominasi pasar negaranya. TSMC ternyata juga menjadi penyuplai untuk jet tempur canggih F-35 milik Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diketahui bahwa langkah ini merupakan bagian dari keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk melepaskan pengaruh teknologi buatan Tiongkok yang dianggap berbahaya bagi keamanan nasional. Keputusan ini juga merupakan didukung oleh pihak militer atau pertahanan Amerika Serikat.
 
Meskipun Amerika Serikat dan Tiongkok minggu ini baru saja menyepakati kerjasama perdagangan, bagi TSMC, perang dagang dan politik antar kedua negara masih terasa sangat kencang bagi perusahaan teknologi.
 
"Pemerintah Amerika Serikat ingin prosesor atau chip tersebut masuk ke dalam proyek militer yang dibuat dalam negeri. Alasannya demi keamanan nasional dan mereka tidak akan mundur sedikitpun dari keputusan tersebut," tutur perwakilan pemerintah Taiwan yang diwawancari oleh Nikkei Asian Review.
 
Kunjungan perwakilan pemerintahan Amerika Serikat ke Taiwan juga beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak TSMC. Deputy Assistant Secretary Kementerian Perdagangan Amerika Serikta, Ian Steff bahkan sempat berkunjung tiga kali ke Taiwan tahun lalu untuk berbicara dengan pendiri TSMC, Morris Chang.
 
Direksi Institute for Natonal Defense and Security Research Taiwan, Su Tze-yun yang ikut mengamati momen ini menilai bahwa negaranya sudah sangat sadar maksud dari permintaan pemerintah Amerika Serikat.
 
"Banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat dan pemerintahnya yang bergantung kepada TSMC terutama keamanan dari penyuplai industri pertahanan di negaranya," tutur Su.
 
"Itu menjadi alasan Amerika Serikat ters menerus berharap TSMC dapat berada di posisi mereka untu mengembangkan chip atau prosesor di negara lain di luar Taiwan yang menurut mereka tidak sepenuhnya aman," jelas Su. Menurutnya , Amerika Serikat berpikir Tiongkok bisa kapan saja menguasai Taiwan.
 
Amerika Serikat dan Su berkaca ke pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping tahun lalu yang menyatakan tidak akan memaksakan proses unifikasi atau penyatuan dengan Tiongkok daratan melalui kekuatan militer.
 
Pihak Pentagon Amerika Serikat sendiri dilaporkan tahun lalu pernah menghubungi setiap klien TSMC yang merupakan perusahaan asal negaranya untuk memperingati mereka mengenai isu keamanan. TSMC sendiri diketahui juga memproduksi chipset pesanan Huawei.
 
Internal TSMC yang dirahasiakan identitasnya memberikan laporan bahwa perusahaannya akan memberikan jawaban atas desakan pemerintah Amerika Serikat menjelang pemilihan presiden terbaru negara tersebut.
 
TSMC sendiri tahun lalu dilaporkan sama sekali tidak punya rencana untuk membangun fasilitas atau mengakuisisi perusahaan yang ada di Amerika Serikat. Hal ini diduga terkait biaya operasional yang sangat besar.
 
Di Amerika Serikat ada perusahaan bernama Globalfoundries yang merupakan kompetitor TSMC. Perusahaan tersebut dimiliki oleh miliuner asal Abu Dhabi, namun mereka dilaporkan tidak bisa memenuhi permintaan teknologi Amerika Serikat.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif