Drone Diuji Coba untuk Antar Organ Tubuh?

Cahyandaru Kuncorojati 22 November 2018 07:45 WIB
drone
Drone Diuji Coba untuk Antar Organ Tubuh?
Drone dimodifikasi dengan lemari pendingin untuk mengangkut ginjal transplantasi.
Jakarta: Penggunaan drone sebagai moda transportasi logistik sudah sering diuji coba, misalnya yang dilakukan oleh e-commerce. Bagaimana apabila digunakan untuk mengantarkan benda yang lebih penting, seperti organ tubuh?

Di kota Baltimore Amerika Serikat, beberapa peneliti dari University of Maryland melakukan uji coba drone mengantar organ tubuh berupa ginjal untuk kebutuhan transplantasi, dikutip dari Tech Crunch.

Penelitian yang dipimpin ahli bedah University of Maryland Joseph Scalea menuturkan bahwa solusi yang ingin dicapai adalah kemudahan mengantarkan organ transplantasi hingga sampai ke tujuan akhir.


Scalea memodifikasi sebuah drone DJI M600 untuk membawa sebuah kotak pendingin yang dilengkapi biosensor untuk memantau kondisi organ tubuh yang disimpan selama penerbangan.

Sebelumnya mereka memastikan terlebih dahulu kondisi dan kualitas dari ginjal untuk transplantasi. Uji coba jarak terjauh adalah 4,8km dengan kecepatan 67,6km per jam. Menurut Scalea uji coba ini sukses, ginjal sampai di lokasi tujuan dnegan kondisi baik.

Dia menemukan beberapa tantangan yang mengancam kualitas organ tubuh yang dibawa, yakni suhu dingin dari udara serta suhu panas dari motor mesin drone dan getaran selama penerbangan.

Msekipun begitu, Scalea yakin bahwa ke depannya uji coba dan penelitian ini menemukan titik terang. Drone juga bisa digunakan untuk mengangkut beragam kebutuhan penting termasuk medis.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.