Demi 5G, Nokia Pecat Karyawan
Ilustrasi: ECN
Jakarta: Perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia mengumumkan program baru yang memungkinkan mereka menghemat hingga EUR700 sampai akhir 2020. Ini berujung pada pemecatan karyawan dalam jumlah yang cukup signifikan. 

Selain memangkas biaya operasi, Nokia juga terus mengembangkan 5G dan membuat bisnis Enterprise baru di bawah kepemimpinan Chief Strategy Officer Kathrin Buvac, lapor ZDNet.

"Kemajuan dalam pengembangan awal 5G kami sangat menjanjikan. Kami akan terus meningkatkan investasi kami di teknologi penting ini. Dari tingginya kemungkinan kami dalam memenangkan berbagai perjanjian menunjukkan kuatnya posisi kami," kata President dan CEO Nokia Rajeev Suri. 


Pada kuartal yang berakhir pada 30 September, Nokia melaporkan penurunan keuntungan sebesar 27 persen, dari EUR668 juta pada tahun lalu menjadi EUR487 juta. Ini sesuai dengan ekspektasi.

Nokia mengatakan, program utk menekan biaya ini akan berasal dr berbagai area, mulai dari penurunan dukungan pusat, kegiatan antarperusahaan, riset di produk tua, dan properti. 

Menurut Nokia, perubahan-perubahan ini diperkirakan akan berdampak pengurangan karyawan di dunia. "Meskipun langkah ini adalah yang terbaik untuk bisnis kami, kami tidak menganggap enteng pengambilan keputusan ini mengingat ini memiliki dampak besar pada karyawan," kata Suri.

Ini bukan kali pertama Nokia berusaha mengurangi biaya operasi mereka. Sebelum ini, usaha mereka menekan biaya berakhir pada merger senilai EUR15,6 miliar dengan perusahaan jaringan asal Prancis, Alcatel-Lucent. 

"Dengan suksesnya merger, dan program penekan biaya sebentar lagi selesai, kami akan mengambil langkah mempercepat eksekusi strategi kami dan memfokuskan bisnis untuk konsumen kami," kata Suri.

Dalam laporan keuangan Nokia pada Q3, mereka mendapatkan pendapatan sebesar EUR5.5 miliar, lebih baik dari perkiraan. Lebih dari setengah keuntungan yang mereka dapatkan berasal dari bisnis paten, bisnis yg masih tersisa dari era kejayaan mereka sebagai raja di industri ponsel.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.