Affandi dianggap sebagai salah satu pelukis asal Indonesia yang paling dikenal di dunia internasional. Alasannya adalah karena ia memiliki gaya ekspresionis dan romantisme, yang menjadi ciri khas dari lukisan yang dia buat.
Affandi adalah pelukis yang sangat produktif. Pria yang lahir pada tahun 1907 ini telah menghasilkan lebih dari 2 ribu lukisan. Pada 1950-an, dia sering mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa dan Amerika Serikat. Hasil karya Affandi masih bisa Anda lihat sekarang di Museum Affandi yang terletak di Yogyakarta.
Terlahir sebagai anak laki-laki dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Affandi mengenyam pendidikan yang cukup tinggi. Dia berhasil mendapatkan pendidikan di HIS (Sekolah Belanda untuk Bumiputera), MULO (Sekolah Menengah Pertama pada zaman kolonial Belanda) dan tamat dari AMS (pendidikan menengah umum pada zaman Hindia Belanda).
Sebelum menjadi pelukis, Affandi sempat menjadi guru dan tukang sobek karcis. Dia juga sempat bekerja untuk membuat gambar reklame bioskop salah satu gedung bioskop di Bandung. Namun, pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak lama dia lakukan karena dia lebih tertarik pada seni lukis. Pada tahun 1945, banyak pelukis yang ikut serta dalam memerdekakan Indonesia. Banyak gerbong kereta dan tembok yang ditulisi dengan kalimat "Merdeka atau mati!", yang merupakan kata-kata dari penutup pidato Ir. H. Soekarno.
Affandi mendapatkan tugas untuk membuat sebuah poster dari ide Soekarno. Poster itu menggambarkan seorang pria dengan tangan yang dirantai dengan rantai yang telah terputus di bagian tengah.
Tulisan pada poster tersebut merupakan ide dari penyair Chairil Anwar. Sementara orang yang dijadikan model dalam poster tersebut adalah pria bernama Dullah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News