Spotify Masuk Pasar Timur Tengah, Mulai dari Dubai
Spotify dilaporkan berencana untuk meluncurkan layanannya di Uni Emirat Arab, berkantor di Dubai.
Jakarta: Spotify dilaporkan bersiap untuk memperluas kehadirannya di wilayah Timur Tengah dengan rencana peluncurannya di Uni Emirat Arab pada kuartal empat tahun 2018 ini.

Spotify ini baru-baru ini melakukan penawaran publik di New York Stock Exchange secara langsung, berbeda dari penawaran tradisional.

The Next Web juga melaporkan bahwa Spotify juga telah menyewa ruang kantor di Dubai, dan dokumen yang didaftarkan pada SEC baru-baru ini turut mengonfirmasi tersebut.


Selain itu, Spotify juga saat ini mencari pegawai baru untuk menempati sejumlah posisi dan membentuk tim regionalnya yang berbasis di Dubai.

Situs karir Spotify juga secara parsial mengonfirmasikan terdapat dua posisi yang saat ini didaftarkan untuk wilayah dengan kantor berbasis di Dubai, yaitu Senior for Middle East & Africa dan Techinal Account Manager for Middle East & North Africa.

Saat ini, aplikasi musik paling populer di wilayah Timur Tengah adalah Anghami. Startup berbasis di Beirut memiliki lebih dari 40 juta pendengar di seluruh wilayah.

Anghami memiliki perizinan kesepakatan dengan seluruh label rekaman besar di wilayah Arabic, termasuk Rotana, Melody, Mazzika, Platinum Records, dan sebagainya.

Aplikasi Anghami menyuguhkan musik dari label internasional seperti Universal, Sony, EMI dan Warner. Anghami telah menghimpun pendanaan sebanyak USD29 juta (Rp402,7 miliar) yang hingga kini dilaporkan telah mencapai valuasi sebesar USD100 juta (Rp1,4 triliun) pada putaran terakhirnya.

Startup ini didukung sejumlah nama besar di sejumlah wilayah termasuk operator telekomunikasi UEA, Middle East Venture Partners, MBC Ventures, Mobility Ventures, Endeavor Catalyst dan Samena Capital.

Sementara itu, Spotify telah mengakuisisi lebih dari 13 perusahaan menurut data yang tersedia secara publik sejak didirikan pda tahun 2006.

10 dari 13 perusahaan yang diakuisisi Spotify dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dan Anghami diperkirakan akan menjadi perusahaan yang akan diakusisi oleh Spotify di masa mendatang.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.