Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

AI Dorong Transformasi Telekomunikasi Menuju Jaringan Otonom

Mohamad Mamduh • 20 Februari 2026 19:09
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 77 persen responden memperkirakan jaringan berbasis AI akan hadir sebelum era 6G resmi diluncurkan.
  • Dari sekadar penyedia layanan komunikasi, mereka kini berkembang menjadi AI Infrastructure Companies (AICO).
  • Dengan AI sebagai penggerak utama, telekomunikasi diprediksi menjadi tulang punggung infrastruktur digital masa depan.
Jakarta: Industri telekomunikasi global tengah memasuki fase transformasi besar berkat adopsi kecerdasan buatan (AI). Survei terbaru NVIDIA mengungkapkan bahwa 90 persen operator telekomunikasi merasakan dampak positif AI dalam meningkatkan pendapatan sekaligus menekan biaya operasional.
 
Salah satu temuan utama adalah pergeseran fokus investasi dari sekadar peningkatan pengalaman pelanggan menuju otomatisasi jaringan. Sebanyak 77 persen responden memperkirakan jaringan berbasis AI akan hadir sebelum era 6G resmi diluncurkan. Hal ini menandai langkah strategis menuju jaringan otonom penuh (level 5), ketika intervensi manusia dapat diminimalkan.
 
Generative AI dan agentic AI disebut sebagai pendorong utama percepatan ini. Teknologi tersebut memungkinkan sistem jaringan untuk menganalisis data secara mandiri, mengambil keputusan, dan mengeksekusi tindakan tanpa menunggu instruksi manual. Hasilnya, operator mampu mengurangi risiko gangguan layanan, menekan konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Dari sisi investasi, tren menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 89 persen perusahaan berencana menambah anggaran AI pada 2026, dengan 35 persen di antaranya menaikkan lebih dari 10 persen.
 
Selain itu, 60 persen operator sudah menggunakan atau sedang menguji generative AI, naik dari 49 persen pada 2024. Mayoritas juga menilai perangkat lunak dan model open-source sebagai komponen penting dalam strategi AI mereka.
 
Manfaat nyata sudah dirasakan. Hampir seluruh responden melaporkan adanya peningkatan produktivitas, dengan 26 persen menyebutkan lonjakan yang signifikan. Edge computing turut memperkuat tren ini, karena memungkinkan pemrosesan data lebih dekat ke pengguna sehingga mempercepat respons jaringan.
 
Lebih jauh, survei menyoroti pergeseran identitas perusahaan telekomunikasi. Dari sekadar penyedia layanan komunikasi, mereka kini berkembang menjadi AI Infrastructure Companies (AICO), yakni entitas yang tidak hanya mengalirkan data, tetapi juga menggerakkan kecerdasan di seluruh jaringan.
 
Transformasi ini diyakini akan membuka peluang baru, mulai dari layanan digital yang lebih personal hingga ekosistem industri yang lebih efisien. Dengan AI sebagai penggerak utama, telekomunikasi diprediksi menjadi tulang punggung infrastruktur digital masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA