Nokia Tidak Berencana Hadirkan 3310 4G di Indonesia
Nokia 3310 dengan dukungan jaringan 4G tidak akan dipasarkan di luar Tiongkok.
Jakarta: Eurofia terhadap ponsel feature ikonik Nokia, yaitu 3310, yang dihadirkan dalam versi baru tahun 2017 lalu, belum terhenti. Hal ini disebut HMD Global, terlihat dari cukup tingginya permintaan versi 4G untuk perangkat tersebut.

Hal ini menjadi alasan dibalik peluncuran versi 4G dari Nokia 3310 di Tiongkok, sayangnya ponsel ini hanya akan dipasarkan di negara berjuluk tirai bambu tersebut. Informasi ini turut dikonfirmasi Country Manager Indonesia Australia New Zealand and Pacifics Island HMD Global Mark Trundle.

"Untuk saat ini, saya dapat memastikan bahwa Nokia 3310 dengan dukungan jaringan 4G tidak akan tersedia di pasar lain selain Tiongkok, termasuk Indonesia," ujar Trundle pada acara peluncuran Nokia 8 di Indonesia hari Selasa ini.


Namun, Trundle enggan berbagi informasi terkait alasan keputusan HMD Global untuk hanya memasarkan perangkat ini di Tiongkok. Selain itu saat disinggung strategi meraih perhatian kaum milenial, HMD Global akan secara giat memanfaatkan platform online yang dinilai sesuai dengan minat kaum muda, terutama di Indonesia.

HMD Global juga berencana mempererat kerja sama dengan sejumlah pendukung layanan digital di Indonesia, salah satunya Indosat Ooredoo, guna mencapai tujuannya tersebut. HMD juga mengaku berupaya untuk mempertahankan prestasi yang sebelumnya dimiliki Nokia, dengan ambisi lebih besar dari sebelumnya.

Sementara itu, HMD Global juga mengungkap belum berencana untuk mendirikan pabrik miliknya sendiri di Indonesia, guna memenuhi TKDN, dan lebih memilih untuk mempererat kerja sama dengan PT Sat Nusapersada Tbk.

Selain flagship, Mark Trundle menyebut HMD Global juga akan memboyong feature phone ke Indonesia. Sayangnya, ia masih enggan mengungkap ponsel apa saja dan kapan ponsel murah tersebut akan mendarat di Tanah Air.

Perusahaan asal Finlandia ini juga mengungkapkan keyakinannya bahwa merek Nokia yang telah diketahui banyak orang serta kehadiran Nokia 8 yang baru diluncurkannya ini dapat membantunya bersaing dengan vendor lain di Indonesia, termasuk produsen asal Tiongkok yang tengah gencar menggempur pasar Indonesia.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.