Ilustrasi
Ilustrasi

Dell Bawa Solusi untuk Permudah Adopsi Kebijakan Zero Trust

Mohammad Mamduh • 30 November 2022 10:16
Jakarta: Dell Technologies mengumumkan sejumlah solusi untuk perlindungan data di di on-premise, cloud publik, dan edge. 
 
Dell PowerProtect Data Manager Appliance diklaim punya sejumlah pembaruan perlindungan data multicloud yang mudah digunakan dan diterapkan. Inovasi ini dinilai untuk mempercepat adopsi arsitektur Zero Trust dan membantu melindungi perusahaan dari ancaman serangan siber yang terus meningkat. 
 
Berdasarkan survei Dell Global Data Protection Index (GDPI) 2022, perusahaan di seluruh dunia mengalami jauh lebih banyak bencana, alam dan modern, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yang mengakibatkan lebih banyak data yang hilang, downtime, dan biaya pemulihan.
 
Dalam satu tahun terakhir, 48 persen bencana yang tercatat disebabkan oleh serangan siber (naik dari 37 persen di tahun 2021), yang menjadi penyebab utama berbagai gangguan data lainnya.
 
Survei tersebut juga mengungkapkan 85 persen perusahaan yang menggunakan beberapa vendor perlindungan data melihat manfaat mengurangi jumlah vendor yang mereka gunakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, perusahaan yang menggunakan satu vendor perlindungan data mengeluarkan biaya 34 persen lebih sedikit untuk pemulihan dari serangan siber atau ancaman siber lainnya, dibandingkan perusahaan yang menggunakan beberapa vendor.
 
“Dengan hampir semua hal terhubung dengan internet di dunia digital saat ini, kebutuhan untuk melindungi data menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya,” ujar Jeff Boudreau, presiden dan general manager, Infrastructure Solutions Group, Dell Technologies.
 
“Lanskap digital tersebut membutuhkan perlindungan data modern dan strategi keamanan untuk mengatasi ancaman siber. Solusi per titik (point solution) tidak cukup luas dan menyeluruh untuk melindungi perusahaan."
 
"Dell membantu memperkuat ketahanan siber para pelanggan dengan menawarkan perangkat lunak perlindungan data, sistem, dan layanan terintegrasi untuk membantu memastikan data dan aplikasi terlindungi dan siap menghadapi ancaman, di mana pun lokasi data dan aplikasi tersebut.”
 
Survei GDPI mendapati 91 persen perusahaan tahu atau berencana untuk menerapkan arsitektur Zero Trust – sebuah model keamanan siber yang mengubah pendekatan keamanan yang diterapkan perusahaan dari hanya mengandalkan keamanan perimeter ke strategi proaktif yang hanya mengizinkan lalu lintas akses yang dikenali dan diotorisasi di seluruh perbatasan sistem dan pipeline data.
 
Hanya 23 persen perusahaan yang menerapkan model Zero Trust, dan 12 persen yang telah sepenuhnya menerapkan Zero Trust. Dengan fitur-fitur keamanan yang dirancang terintegrasi ke dalam perangkat keras, firmware, serta titik kontrol keamanan, pendekatan holistik Dell ini akan membantu perusahaan bisa menerapkan arsitektur Zero Trust untuk memperkuat ketahanan siber dan mengurangi kompleksitas keamanan.
 
Sementara itu, di Asia Pasifik dan Jepang (APJ), tidak termasuk Cina, banyak perusahaan yang masih sangat jauh dari tahap menerapkan Zero Trust – hanya 22 persen perusahaan di APJ yang secara aktif menerapkan kemampuan Zero Trust dan hanya 13 persen yang telah sukses menerapkannya.
 
Perangkat lunak PowerProtect Data Manager diklaim menjawab kebutuhan akan ketahanan siber yang terus meningkat dan mendukung prinsip Zero Trust dengan kemampuan keamanan operasional terintegrasi baru, seperti autentikasi multifaktor, otorisasi ganda, dan kontrol akses berdasarkan fungsi (role-based).
 
“Dell PowerProtect Data Manager menyederhanakan lingkungan penyimpanan kami, memungkinkan kami bisa dengan sigap melindungi data sementara terus bertransformasi secara digital,” kata James McNair, vice president, distributed systems manager, Trustmark Bank. 
 
Dell memperluas pemulihan siber untuk cloud vault publik yang cepat dan mudah diterapkan 
PowerProtect Cyber Recovery untuk Google Cloud memungkinkan pelanggan untuk menerapkan cyber vault terisolasi di Google Cloud untuk bisa dengan lebih aman memisahkan dan melindungi data dari serangan siber.
 
Berbeda dengan solusi penyimpanan berbasis cloud standar, akses ke pengelolaan antar muka (management interface) dikunci oleh kontrol jaringan dan memerlukan kredensial keamanan terpisah serta autentikasi multifaktor terpisah untuk bisa mengaksesnya.
 
Perusahaan bisa menggunakan informasi berlangganan Google Cloud yang sudah ada untuk membeli PowerProtect Cyber Recovery melalui Google Cloud Marketplace, dan layanan tersebut dapat diperoleh langsung dari Dell maupun mitra resmi Dell.
 
Layanan ini merupakan ekspansi terbaru kemampuan pemulihan siber Dell untuk cloud publik, setelah sebelumnya di tahun ini Dell telah meluncurkan Dell PowerProtect untuk Microsoft Azure dan CyberSense untuk Dell PowerProtect Cyber Recovery untuk AWS.
 
“Saat ini, perusahaan tahu mereka harus tetap waspada dan memastikan kelangsungan bisnis bila terjadi serangan siber karena hal tersebut bukan lagi perkara 'jika' tapi 'kapan',” ujar Lucas Salter, general manager, Data Protection Solutions, Asia Pasifik dan Jepang, Dell Technologies.
 
“Dengan PowerProtect Cyber Recovery untuk Google Cloud ini, Dell membantu memperluas kemampuan para pelanggan kami untuk mengamankan data penting mereka di seluruh penyedia layanan cloud utama. Pelanggan tidak hanya dapat melindungi data mereka, tapi juga menghindari potensi kerusakan pada bisnis dan reputasi mereka, serta bisa cepat bangkit jika perlu.”
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif