Habisnya stok di Google Store mengindikasikan Google tidak lagi memproduksi Google Home Mini.
Habisnya stok di Google Store mengindikasikan Google tidak lagi memproduksi Google Home Mini.

Google Hentikan Produksi Home Mini

Lufthi Anggraeni • 24 Desember 2021 12:36
Jakarta: Google Store dilaporkan tidak lagi memiliki stok untuk Google Home Mini, speaker cerdas Google yang diluncurkan bersamaan dengan Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, dan Google Home Max pada tahun 2017 lalu.
 
Mengutip GSM Arena, status Google Home Mini di Google Store versi online tercantum sebagai Tidak lagi tersedia. Sejak peluncuran awalnya, speaker rumah berukuran kecil ini kerap ditawarkan dengan harga yang telah mengalami potongan atau diskon.
 
Selain itu, Google Home Mini juga kerap diberikan secara cuma-cuma melalui program promosi YouTube atau Spotify untuk pelanggan layanan tersebut. Speaker cerdas ini dipasarkan selama lebih dari empat tahun, namun kehadirannya disebut terdisrupsi oleh Google Nest Home Mini.

Sebab, Google Nest Home Mini disebut mampu menyuguhkan keluaran suara lebih kuat, berbekal kemampuan mikrofon lebih baik, serta memiliki sensor kedekatan untuk mengaktifkan cahaya di speaker.
 
Google diperkirakan tengah mengembangkan penerus Nest Home Mini, meski informasi ini masih sekadar spekulasi. Sementara itu, Amazon telah merilis sejumlah speaker cerdas Echo dalam berbagai bentuk selama beberapa tahun terakhir.
 
Hal ini memicu spekulasi bahwa langkah logis Google selanjutnya adalah untuk memperbarui perangkat Nest Home Mini karyanya. Sementara itu, speaker cerdas entry-level merupakan produk penting bagi Apple, Samsung, Google dan Amazon.
 
Sebab, perusahaan teknologi tersebut akan memperkenalkan pelanggan baru kepada ekosistem mereka pada rentang harga lebih terjangkau. Sebelumnya, menurut laporan terbaru Statcounter, dari seluruh peramban di pasar, Chrome menjadi satu-satunya peramban yang mengalami penurunan pangsa pasar.
 
Laporan tersebut menyebut bahwa pangsa pasar Chrome mengalami penurunan dari 65,27 persen menjadi 64,04 persen. Hal berbeda dialami oleh Microsoft Edge yang mengalami peningkatan pangsa pasar.
 
Sementara itu, Google berencana mendaftarkan aplikasi Google Play Game untuk masuk ke Microsoft Store di Windows 11. Game Android akan bisa dimainkan di PC Windows mulai tahun 2022 mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA