Dok.MI
Dok.MI

100 Hari Jokowi-Maruf

Kemenkominfo Lanjutkan Palapa Ring

Teknologi kominfo teknologi telekomunikasi 100 Hari Jokowi-Maruf
Lufthi Anggraeni • 31 Januari 2020 13:43
Jakarta: Pada awal masa kepemimpinannya, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019-2023 Johnny G. Plate mengemban tugas meneruskan sejumlah program yang telah dijalankan Menteri sebelumnya, Rudiantara.
 
Salah satu program yang dilanjutkan Johnny adalah di sektor telekomunikasi, yaitu program Palapa Ring. Sebelum pelantikan Johnny, Kementerian Komunikasi dan Informatika baru saja merampungkan proyek Palapa Ring tersebut, menggelar jaringan serat fiber dari Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
 
"Saya akan melanjutkan program yang telah diterapkan Pak Rudiantara, dan tugas saya saat ini untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada mulai dari cara pikir hingga definitif karena bila tidak berubah akan mati," ujar Menkominfo Johnny G. Plate.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Johnny mengaku, dirinya akan memastikan pemanfaatan akses internet yang disediakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo. Sebab Kominfo dan Bakti masih memiliki tugas membangun infrastruktur fiber optik di wilayah lain di Indonesia.
 
Dalam upayanya dalam melanjutkan program Palapa Ring, Johnny menargetkan menyelesaikan masalah infrastruktur, salah satunya terkait dengan blank spot atau daerah yang belum tercakup akses internet.
 
Selain itu, upaya lain diwujudkan Johnny melalui kunjungan kerja ke lokasi akses internet dan Network Operation Center (NOC) Proyek Palapa Ring di beberapa wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
 
Bersama Bakti, Kominfo telah menyediakan akses internet di 667 lokasi seperti di sekolah, puskesmas, BLK, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. NOC Palapa Ring (backbone fiber optic) di 5 wilayah, yaitu Waingapu, Sabu, Baa, Kupang, dan Alor.
 
Johnny menyampaikan apresiasinya terhadap penyedia jasa internet di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, karena turut membantu pemerintah dalam menyukseskan misi terkait konektivitas digital.
 
Sebab, ketersediaan infrastruktur tersebut dinilai Johnny menjadi faktor penting dalam menjalani proses transformasi di segala bidang, dari dunia fisik ke digital. Johnny juga menyebut tugas selanjutnya untuk menjadikan infrastruktur sebagai penghubung antara sentra produksi dan aktivitas usaha masyarakat dengan marketplace.
 
Dengan demikian, ekonomi digital dapat tumbuh dan memberi kesejahteraan serta perbaikan ekonomi bagi masyarakat. Namun tidak hanya melalui Palapa Ring dan BTS, Johnny juga memaparkan bahwa pemerintah juga menyiapkan satelit atau yang disebut dengan istilah tol langit yang dihubungkan dari udara ke darat.
 
“Ini semuanya kalau dibangun maka tersedialah infrastruktur digital yang merata secara nasional. Kalau itu semuanya dibangun, maka kita semuanya mempunyai kecepatan internet sampai 10MB per second,” tutur Johnny.
 
Menurut Johnny, Indonesia membutuhkan tiga satelit tambahan guna mempercepat misi untuk menjadi negara digital. Selain satelit, Johnny juga menyebut Indonesia membutuhkan delapan ribu lagi fiber optik untuk menjangkau wilayah 3T.
 
Pria kelahiran Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini memprediksi kecepatan internet Indonesia dapat mencapai 30MB per detik, jika pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilaksanakan hingga tahun 2035.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif