Sedikit berbeda dengan kebanyakan headset seri Siberia lain, Siberia 100 justru menggunakan desain single bridge. Bridge-nya memang terbuat dari plastik, namun cukup kokoh dan masih nyaman ketika digunakan. Jika dibandingkan dengan seri Siberia yang lain, headset ini memang kalah nyaman. Namun di sisi lain, ia memapu memberikan isolasi suara yang sangat baik.
Saat digunakan, kami hampir tak bisa mendengar suara apa pun dari luar headset. Desain kontur earcup dan bantalannya yang pas di telinga, membuat suara dari luar dapat diredam dengan sangat baik. Selain itu, headset ini juga sangat ringan dan memiliki desain yang tak terlalu gemuk. Hal tersebut membuatnya nyaman, meskipun digunakan dalam waktu yang lama.
Headset ini juga hadir dengan mikrofon kelas gaming yang kualitas suaranya cukup bagus, serta lampu LED di bagian pinggirnya. Lampu tersebut dapat diatur sesuai keinginan Anda melalui software SteelSeries Engine 3 yang dapat diunduh di situs resminya.
Untuk suara, headset ini memiliki suara bass yang sangat mendominasi. Hal tersebut dapat dimaklumi karena ia diciptakan untuk bermain game. Siberia 150 juga memiliki fitur suara surround yang baik.
Menurut kami, Siberia 150 juga cocok untuk dijadikan headset perangkat mobile. Sayangnya, SteelSeries hanya membuat headset ini agar kompatibel dengan PC saja.
Hal tersebut dapat dilihat dari penggunaan konektor USB sebagai konektor headset ini. Kekurangan lain, minimnya aksesori yang terdapat di paket penjualannya.
Kesimpulan
Kualitas suara dan kenyamanannya baik untuk headset dengan harga di bawah Rp1 juta. Ia bisa jadi pilihan bagi Anda yang memiliki dana terbatas. Namun jika Anda mencari headset multiplatform dengan fitur lebih lengkap, kami sarankan untuk tidak melirik headset ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News