Ilustrasi.
Ilustrasi.

Baru Satu Minggu, Akun Disney+ Kebobolan dan Djiual

Teknologi teknologi walt disney cyber security
Cahyandaru Kuncorojati • 19 November 2019 09:09
Jakarta: Layanan film streaming Disney+ langsung mendapatkan 10 juta pelanggan, satu minggu setelah peluncurannya pada 12 November.
 
Padahal, layanan tersebut baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Di sisi lain, hal ini terlihat sebagai peluang oleh hacker. Laporan terbaru menyebutkan ribuan akun Disney+ berhasil dicuri.
 
Masalah keamanan ini pertama kali ditemukan oleh ZDNet. Beberapa pengguna menyampikan keluhan mereka via Twitter dan forum internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka menyatakan ada akses tak berizin yang masuk ke akun, kemudian menghentikan akses ke semua perangkat yang telah terhubung. Setelah itu, para peretas ini mengganti alama email dan password.
 
Beberapa pengguna yang ditanyai mengaku menggunakan password yang sama dengan akun pada layanan lain. Namun, ada pengguna yang menggunakan password khusus untuk akun Disney+.
 
Kemungkinan besar, peretas menggunakan akun email dan password yang sudah terlanjur bocor di internet, bisa berasal dari perangkat mereka yang terinfeksi malware. Akun-akun Disney+ yang dibobol mulai dijual di internet. Dalam beberapa forum hacking, akun tersebut dipatok antara USD3 sampai USD11, atau setara Rp150 ribu.
 
Pihak Disney sendiri belum memberikan komentar terkait sistem keamanan yang dipasang pada layanan mereka. Biasanya, layanan digital memanfaatkan autentikasi multi faktor, yang melibatkan dari satu perangkat.
 
Masalah yang dihadapi Disney+ memang hal yang wajar. Sebelum mereka, Amazon Prime, Hulu, dan Netflix juga mengalami nasib serupa.
 
Tidak sedikit akun pengguna yang dijual bebas, atau bahkan diberikan secara gratis di berbagai forum internet. Hal tersebut masih menjadi aktivitas rutin peretas, dengan alasan banyak juga orang lain yang membelinya.
 
Salah satu langkah yang bisa diambil oleh pengguna Disney+ atau pengguna layanan lain adalah dengan menggunakan password unik untuk setiap akun. Ini memang tidak mencegah hacker mencuri informasi pengguna sepenuhnya, tetapi bisa mencegah skenario umum pencurian akun hanya dengan menebak password.
 
Disney+ akan segera tersedia di Australia dan New Zealand pada pekan depan, serta di pasar Inggris, Jerman, Italia, Perancis dan Spanyol pada tanggal 31 Maret tahun 2020 mendatang. Disney memperkenalkan layanan streaming video miliknya di pasar Amerika Serikat pada pekan ini.
 
Di pasar Asia Tenggara lain, layanan ini diprediksi akan ditawarkan dengan biaya berlangganan sebesar USD30 (Rp422.160) per tahun, meski belum tersedia keputusan resmi menyoal harga tersebut.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif