Robot terbukti mengurangi jumlah pekerjaan.
Robot terbukti mengurangi jumlah pekerjaan.

Hasil Studi Tunjukkan Robot Memang Kurangi Pekerjaan Manusia

Ellavie Ichlasa Amalia • 29 Maret 2017 08:50
medcom.id: Ada rasa takut bahwa robot atau kecerdasan buatan (AI) akan mengambil alih pekerjaan manusia. Namun, sulit untuk mengetahui seberapa serius ancaman tersebut.
 
Ada banyak laporan yang beredar dan ia menunjukkan perkiraan yang berbeda-beda. Sementara itu, para politikus dan ahli ekonomi berkeras bahwa teknologi juga menciptakan lahan pekerjaan dan tidak hanya menghilangkannya.
 
Namun, apakah ini benar? Sebuah studi baru yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Research berusaha untuk memberikan angka pasti ke dalam debat tersebut, melihat efek penggunaan robot dalam lahan kerja di AS.

Ahli ekonomi Daron Acemoglu dan Pascual Restrepo mempelajari pasar tenaga kerja AS pada 1990-2007, memerhatikan tingkat lowongan kerja di daerah dan industri yang berbeda.
 
Mereka menemukan, setiap penggunaan satu robot akan membuat sekitar 3-5,6 orang kehilangan pekerjaan, lapor The Verge. Sementara setiap robot baru yang digunakan per 1.000 pekerja, gaji di kawasan sekitar akan turun sekitar 0,25-0,5 persen.
 
Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan studi-studi lain. Alasannya, karena definisi robot yang digunakan dalam studi ini lebih spesifik daripada yang biasa digunakan kebanyakan orang.
 
Acemoglu dan Restrepo menggunakan definisi robot industri sebagai sesuatu yang dikendalikan secara otomatis, bisa diprogram ulang dan memiliki beberapa fungsi. Jadi, robot sederhana seperti ban berjalan atau conveyor belt tidak dihitung sebagai robot.
 
Meskipun penggunaan robot akan memengaruhi semua pekerjaan, tapi ada beberapa pekerjaan yang lebih mungkin digantikan oleh robot. Seperti yang sudah bisa diduga, kategori utama yang mengalami penurunan jumlah pekerja adalah pekerjaan rutin seperti operator dan pekerja perakitan. Satu-satunya pekerjaan yang tidak terpengaruh adalah pekerjaan manajerial.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA