Lenovo memperkuat strategi AI di Indonesia dengan fokus pada Responsible AI, Sovereign AI, dan solusi infrastruktur TruScale di tengah kelangkaan komponen global 2026.
Lenovo memperkuat strategi AI di Indonesia dengan fokus pada Responsible AI, Sovereign AI, dan solusi infrastruktur TruScale di tengah kelangkaan komponen global 2026.

Lenovo Perkuat Strategi AI di Indonesia, Fokus Kedaulatan AI

Lufthi Anggraeni • 14 Januari 2026 10:42
Jakarta: Lenovo mengungkapkan peta jalan strategisnya dalam mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI) bertanggung jawab dan dampaknya terhadap efisiensi bisnis. Lenovo menekankan bahwa kunci keberhasilan AI tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi.
 
Lenovo turut menekankan keberhasilan AI juga terletak pada kualitas tata kelola data dan kemampuan untuk menunjukkan pengembalian investasi (ROI) nyata bagi klien. Salah satu tantangan terbesar dalam adopsi AI adalah meyakinkan pemangku kepentingan mengenai nilai ekonomi dari investasi tersebut.
 
Lenovo meyakinkan kliennya bahwa AI yang bertanggung jawab atau Responsible AI adalah fondasi utama untuk mencapai ROI berkelanjutan. Lenovo menekankan bahwa AI harus dipandang sebagai solusi yang sangat bergantung pada kualitas data yang dimasukkan, karena data yang buruk akan menghasilkan hasil tidak akurat.

"Salah satu dimensi dari responsible AI adalah struktur tata kelola; bagaimana Anda mengeluarkan data dan bagaimana Anda memproses data sehingga Anda tidak memiliki halusinasi AI. Hal ini memperkuat akurasi dan kegunaan penyelesaian", ujar ED & GM, Solutions & Services Group Asia Pasifik Lenovo Fan Ho.
 
Dengan memastikan akurasi data melalui tata kelola tepat, Lenovo meyakini bahwa kepercayaan dapat dibangun untuk mendukung penerapan AI lebih luas. Sebagai perusahaan global dengan sekitar 75.000 karyawan dan operasional di lebih dari 180 pasar, Lenovo menggunakan pengalamannya sendiri dalam mengelola organisasi global sebagai bukti nyata keberhasilan.
 
Pengalaman Lenovo dalam mengimplementasikan AI di jaringan manufaktur, manajemen inventaris, optimasi logistik, hingga dukungan produk jangka panjang menjadi poin penyelesaian atau tolok ukur kompetitif bagi organisasi lain dalam melihat keputusan terbaik untuk bisnis mereka.
 
Dalam konteks pasar lokal, Lenovo memberikan apresiasi tinggi terhadap posisi strategis Indonesia dalam peta persaingan AI global. Indonesia dinilai sebagai pasar yang sangat proaktif karena adanya dukungan pemerintah terhadap pembangunan Sovereign AI.
 
Langkah pemerintah Indonesia untuk melokalisasi model bahasa besar (LLM) agar sesuai dengan komunitas, budaya, dan bahasa lokal merupakan penambahan yang sangat penting bagi pasar Indonesia guna mendukung pengetahuan dan lanskap bisnis lokal.
 
Potensi ini semakin diperkuat oleh struktur demografi Indonesia yang sangat menguntungkan bagi percepatan teknologi. Sekitar 71 persen dari populasi Indonesia yang berjumlah 280 juta jiwa merupakan gabungan dari generasi Alpha, Gen Z, dan Milenial yang melek teknologi.
 
Selain itu, adanya regulasi mengenai hukum lokalitas data yang mewajibkan data tetap berada di dalam negeri menjadikan Indonesia sebagai pasar paling kritis kedua di kawasan ini setelah Singapura dalam hal maturitas digital.
 
Lenovo juga menekankan pentingnya membawa AI Beyond IT atau melampaui departemen teknologi informasi menuju sektor bisnis dan konsumen. Implementasi AI harus merambah ke produktivitas karyawan dan analisis perilaku konsumen untuk memberikan nilai tambah lebih banyak.
 
Lenovo mencontohkan, pimpinan konglomerat besar di Indonesia dengan lebih dari 22.000 toko mengakui bahwa AI sangat dibutuhkan untuk mengontrol dan meningkatkan bisnis di skala tersebut. Di Indonesia, evolusi AI kini mulai bergeser dari tugas sederhana menjadi AI Agentik berkemampuan menangani tugas berbasis logika lebih rumit.
 
Namun, industri teknologi saat ini menghadapi tantangan serius dalam rantai pasokan global. Lenovo mengungkapkan bahwa kapasitas produksi memori untuk tahun 2026 telah sepenuhnya terisi, sehingga perusahaan yang baru berencana membeli komponen sekarang dianggap sudah terlambat.
 
Untuk menyiasati hal ini dan menghindari lonjakan pengeluaran modal besar, Lenovo menawarkan model penggunaan fleksibel melalui layanan TruScale. Lenovo menyebut dengan model leasing atau pay-as-you-go, pelanggan dapat tetap memperoleh infrastruktur AI yang dibutuhkan dengan mengubah biaya menjadi pengeluaran operasional lebih terukur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan