Tampak depan dan belakang YotaPhone 2. (ExtremeTech)
Tampak depan dan belakang YotaPhone 2. (ExtremeTech)

Produsen Ponsel YotaPhone Asal Rusia Bangkrut

Teknologi gadget smartphone
Cahyandaru Kuncorojati • 22 April 2019 15:02
Jakarta:Merek ponsel asal Rusia yaitu Yota Devices yang sempat hadir di Indonesia pada 2016 dengan ponsel bernama YotaPhone kini dinyatakan menutup bisnis di kampung halamannya.
 
Kabar tersebut pertama kali terdengar dari media lokal Rusia bahwa perusahan tersebut bangkrut akibat gugatan hukum. Gugatan hukum berasal dari perusahaan manufaktur yang memproduksi dua versi awal YotaPhone yaitu Hi-P Singapore.
 
Dikutip dari The Verge, ternyata Hi-P Singapore mengajukan gugatan senilai USD126 juta (Rp1,7 triliun) karena Yota Devices tidak mampu membayar unit yang sudah dipesan dan diproduksi. Kompensasinya saat itu Hi-P Singapore menerima pembayaran sebesar USD17 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun perjanjian tersebut ternyata berubah dan Yota Devices menyatakan tidak bisa membayarkannya dan berujung kini perusahaan tersebut menyatakan bangkrut. Namun dari penelusuruan ternyata YotaPhone juga mengalami kesulitan dalam penjualannya.
 
YotaPhone pertama berhasil terjual sebanyak 75.000 unit, namun YotaPhone 2 gagal dijual karena terjadi permasalahan dengan manufaktur, Hi-P Singapore. Yota Devices akhirnya menyatakan batal meluncurkan versi kedua YotaPhone di Amerika dan Eropa.
 
Di tahun 2016 YotaPhone diketahui menarik diri dari pasar Rusia dan Eropa dan hanya menyisakan operasional di Tiongkok. Di pasar tersebut YotaPhone 3 dirilis namun tidak bgitu laris padahal produk tersebut mendapatkan penghargaan iF Design Award 2018.
 
YotaPhone hadir pertama kali di Indonesia pada 2016 dan langsung memasarkan YotaPhone 2. Acara tersebut bahkan berlangsung di Russian Centre for Science & Culture, Menteng. Jadi produk ini mengesankan sebagai inovasi teknologi asal Rusia.
 
YotaPhone dikenal sebagai smartphone yang memiliki dua layar, di depan dan di belakang. Namun layar di belakang layar hadir dengan tampilan hitam putih bergaya Electronic Paper Display (EDP). Fungsi layar tersebut sebagai mode hemat daya dan mengingatkan pada tampilan Amazon Kindle E-reader.
 
Ponsel buatan perusahaan asal Rusia ini diklaim mampu bertahan selama hingga dua hari dengan bantuan aplikasi YotaEnergy dalam kondisi penggunaan normal. Dan dapat bertahan selama lima hari dengan hanya memanfaatkan layar belakang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif