President APAC & Japan and Global Digital Cities dari Dell Technologies, Amit Midha.
President APAC & Japan and Global Digital Cities dari Dell Technologies, Amit Midha.

Data Scientist Sangat Dibutuhkan, tapi Jumlahnya Masih Minim

Teknologi teknologi dell transformasi digital
Cahyandaru Kuncorojati • 08 Januari 2020 07:30
Jakarta: President APAC & Japan and Global Digital Cities Dell Technologies, Amit Midha berdiskusi mengenai teknologi yang akan mendorong gelombang inovasi atau tren teknologi di 2020. Menurutnya, masih ada satu kunci pendukung yang absen yaitu sumber daya manusianya.
 
"Kita meyakini bahwa data (Big Data) akan menjadi pengetahuan yang mainstream, dan kemampuan terkait hal ini akan menjadi jauh lebih penting dan dibutuhkan dibandingkan selama ini," ungkap Midha.
 
Midha menyebutkan bahwa data atau Big Data akan jadi pendorong inovasi teknologi di masa depan. Dibutuhkan data scientist atau ilmuwan data untuk bisa mendukung pengolahan maupun riset dan pengembangan teknologi yang mengadopsi Big Data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama untuk mengembangkan teknologi AI atau kecerdasan buatan yang diinginkan maka harus diciptakan model AI yang akan mengolah data. Di sini dibutuhkan kemampuan dari data scientist dan developer," jelas Midha.
 
Midha tidak membantah apabila banyak negara yang masih kesulitan untuk memenuhi ketersediaan data scientist. Dia menawrkan solusi bahwa seluruh pihak harus bekerja sama menyediakan dukungan untuk bisa menghasilkan lebih banyak sumber daya manusia dengan kemampuan mengolah data.
 
"Alasan untuk memasukan program pelatihan sebagai data scientist dalam kurikulum di perguruan tinggi menjadi sangat jelas. Tanpa ini sulit bagi sebuah negara maupun perusahaan untuk bisa mendapatkan data scientist yang mumpuni," tutur Midha.
 
Meskipun begitu, Midha tidak memaksakan semua harus membangunnya teknologi AI dari nol. Mereka bisa memanfaatkan beragam model konsep AI yang sudah digunakan dan menggunakan data sendiri untuk mengembangkan kemampuan AI tersebut.
 
"Jadi mereka tidak harus membuat model AI dari awal, cukup pelajari dan gunakan alat yang ada dan mengembangkan dengan data yang dimilii. Nantinya bisa dicipatakan inovasi baru. Perusahaan juga bisa menggunakan alternatif dengan mempekerjakan data scientist yang ada," jelasnya.
 
Midha menegaskan bahwa ketersediaan data scientist adalah salah satu tantangan dari kehadiran teknologi di tahun 2020 yang juga sudah terasa di beberapa tahun belakangan.
 
"Teknologi baru akan datang dengan sangat cepat, perusahaan dituntut untuk bisa mengadopsinya tapi mereka akan memiliki keterbatasan. Di sini talent seperti data scientist dibutuhkan. Apakah kita memiliki data scientist untuk mengolah semua data yang dihasilkan?" beber Midha.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif