Hal ini dapat menganggu rutinitas anak.
Matt Walker, seorang ayah yang telah bercerai, menemukan sebuah ide menarik. Dia belajar elektronika secara otodidak. Dia lalu membeli alat solder dan menghabiskan waktu selama 3 tahun untuk mengembangkan sebuah robot telepresence, sehingga dia dapat menghabiskan waktu lebih lama dengan anak-anaknya.
Telegraph menjelaskan, robot buatan Walker ini dapat bergerak bebas. Ia terhubung dengan ponsel Walker, sehingga Walker dapat berbicara melalui konferensi video dengan anak-anaknya kemanapun sang anak pergi.
Dia berkata pada Mashable bahwa sebelum merasa harus membuat robot ini, dia tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam membangun robot.
Sebelum membuat robotnya sendiri, dia menggunakan sebuah robot telepresence yang disebut Botiful. Namun, proyek itu akhirnya mati. Hal inilah yang lalu mendorongnya untuk membuat robot sendiri.
"Dulu, saya bercerai. Saya kesulitan untuk bertemu dengan anak-anak. Jadi, teman saya menyarankan untuk menggunakan sebuah robot telepresence yang disebut Botiful," kata Walker. "Saya memutuskan untuk mencobanya agar saya bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak."
"Botiful adalah robot yang hebat. Tapi ia lalu menghilang saat proyek itu mati. Tapi ketika itu, tidak ada opsi lain yang tersedia," katanya. Dia lalu menjelaskan bahwa jika dia berusaha untuk mengunjungi anak-anaknya di waktu selain liburan, maka dia akan mengganggu rutinitas sang anak. Di sinilah fungsi robot yang Walker buat.
"Robot ini bekerja dengan baik. Ia memberikan saya akses ke anak-anak saya dan saya bisa menghabiskan waktu bersama mereka," ujarnya. Dia juga menjelaskan bahwa dia ingin membuat robot yang juga dapat dibawa keluar ruangan. "Itu adalah hal penting. Saya ingin dapat pergi ke taman," katanya.
Walker memiliki dua anak; seorang berumur 7 tahun dan seorang berumur 9 tahun. Umur yang masih muda membuat mereka sulit untuk duduk diam di depan laptop.
"Pada awalnya, saya mencoba untuk menghubungi mereka via Skype. Tapi pertama kali Anda mencoba hal itu, Anda akan sadar bahwa cara ini tidak akan bekerja. Anak-anak tidak akan mau duduk diam di depan laptop," katanya.
"Dadbot" milik Walker juga membantu anaknya, Maxi, yang mengidap autisme. Biasanya, dia tidak menatap orangtuanya di mata. Namun, ketika Walker "berkunjung" melalui robot buatannya, Maxi akan menatap layar smartphone untuk melihat wajah ayahnya.
Robot ini juga dilengkapi dengan tangan sehingga Walker dapat ikut bermain lempar-lemparan. Saat ini, Walker menjual robotnya yang dinamai RambleBot seharga GBP104 (Rp1,97 juta). Dia berharap, keberadaan robot ini akan memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan orang-orang tersayang mereka.
Inilah video dari robot RambleBot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News