Ilustrasi. (Foto: MI/Agus)
Ilustrasi. (Foto: MI/Agus)

3 Langkah Ditjen SDPPI Hadapi Mudik

Teknologi kominfo airnav
Ellavie Ichlasa Amalia • 20 Juni 2017 08:07
medcom.id, Jakarta: Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemenenterian Komunikasi dan Informatika, Ismail mengatakan bahwa mereka telah melakukan 3 hal untuk mendukung kelancaran kegiatan mudik 2017. 
 
Pertama, ujar Ismail, melalui Balai Monitoring, Ditjen SDPPI akan memonitor frekuensi penerbangan. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan AirNav untuk membuat Posko Bersama, khususnya di 15 bandara besar di seluruh Indonesia. Monitoring ini akan dimulai sejak 2 hari sebelum lebaran hingga 7 hari setelah lebaran. 
 
"Kami bekerja sama dengan AirNav untuk mengantisipasi lonjakan komunikasi di penerbangan. Karena, frekuensi penerbangan meningkat tinggi," ujar Ismail di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (19/6/2017). Proses monitoring dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa tidak ada gangguan yang terjadi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lima belas bandara yang dimaksud adalah
1. Bandara Soekarno Hatta
2. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
3. Bandara Internasional Kualanamu, Medan
4. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
5. Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta
6. Bandara Juanda, Surabaya
7. Bandara Ngurah Rai, Denpasar
8. Bandara Balikpapan
9. Bandara Sentani, Jayapura
10. Bandara Internasional Minangkabau, Padang
11. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta
12. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
13. Bandara Ahmad Yani, Semarang
14. Bandara Sam Ratulangi, Manado
15. Bandara Internasional Pattimura, Ambon
 
Sebelum ini, Balai Monitoring juga telah menertibkan gangguna di sekitar Bandara Soekarno Hatta setelah ditemukan pemancar ilegal yang dapat mengganggu frekeunsi penerbangan. 
 
Kedua, Ditjen SDPPI melakukan monitor jaringan telekomunikasi dari segi infrastruktur. "Teman-teman operator cenderung fokus pada BTS. Padahal, gangguan bisa saja terjadi di penghubung antara BTS tersebut," ujar Ismail. Untuk itu, pada hari Senin (19/6/2017), petugas dari Balai Monitoring Jakarta dan Tangerang telah dikirimkan untuk berkonsentrasi di 3 jalur tol utama. 
 
BRTI meyakinkan bahwa semua operator siap untuk menghadapi arus mudik dan balik tahun 2017. Namun, Ditjen SDPPI juga telah mendapatkan dukungan dari Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) sebagai rencana cadangan jika jaringan telekomunikasi seluler mengalami masalah. 
 
"Bila terjadi kerusakan, putus atau lain sebagainya, komunikasi Orari dan RAPI yang akan jadi backup," ujar Ismail.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif