Lenovo V330 untuk Kalangan Komersial Kelas Pemula
Lenovo V330. (Medcom.id)
Jakarta: Memiliki dana terbatas, tidak sedikit pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menggunakan laptop yang ditujukan untuk kalangan konsumen. Padahal, kata Stefianus Jatiman, 4P Manager - Small Medium Business Lenovo Indonesia, kebutuhan kalangan komersial berbeda dengan kebutuhan konsumen. 

Saat ditemui di Wisma BNI 46, Stefianus menjelaskan, beban pada laptop komersial atau bisnis tiga kali lebih berat dari laptop untuk konsumen. Karena itu, jika pelaku industri menggunakan laptop kelas konsumen untuk bekerja, ada kemungkinan laptop tersebut akan lebih cepat rusak. 

Lenovo sendiri menyediakan lini ThinkPad untuk kaum pebisnis. Sayangnya, di negara-negara berkembang, lini tersebut memang kurang digemari. Alasannya klasik: harga. Karena itulah, Lenovo menyediakan seri V. Kali ini, Stefianus menjelaskan tentang Lenovo V330, laptop entry level di kelas komersial. 


Sama seperti laptop lini komersial lain dari Lenovo, pengguna bisa memilih konfigurasi spesifikasi laptop. Ini yang membuat harga laptop beragam, mulai dari sekitar Rp7 juta- Rp11 juta. Salah satu fitur yang Stefianus banggakan dari Lenovo V330 adalah keberadaan baterai kedua. 



Menariknya, baterai eksternal pada V330 tidak hanya bisa dipasang dan dilepas dengan mudah. Anda juga bisa melepasnya ketika laptop sedang menyala. Dengan keberadaan baterai kedua, Stefianus menjelaskan, V330 bisa digunakan lebih lama. 

Meskipun memiliki dua baterai, V330 memiliki bobot kurang dari 2 kilogram, untuk lebih tepatnya, 1,85 kilogram. Sementara jika Anda memutuskan untuk tidak menggunakan baterai eksternal, maka laptop ini hanya memiliki bobot 1,75 kilogram. 

Selain dua baterai, Stefianus juga menekankan fitur keamanan yang ada pada V330. Salah satunya adalah keberadaan pemindai sidik jari. Tidak hanya itu, laptop ini juga dilengkapi dengan penutup kamera fisik, memungkinkan Anda untuk menutup kamera. 



"Banyak pekerja yang menutup kamera pada laptopnya," kata Stefianus. "Karena ada malware yang begitu aktif langsung mengaktifkan webcam untuk memantau keadaan sekitar."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.