Google meluncurkan fitur Fake Call Detection di Android untuk mendeteksi panggilan palsu berbasis AI.
Google meluncurkan fitur Fake Call Detection di Android untuk mendeteksi panggilan palsu berbasis AI.

Fitur Deteksi Telepon Palsu Ada di Android, Lawan Penipuan Berbasis AI

Lufthi Anggraeni • 05 Juni 2026 16:39
Ringkasnya gini..
  • Google meluncurkan fitur Fake Call Detection untuk mendeteksi panggilan palsu yang menyamar sebagai kontak terpercaya pengguna.
  • Sistem memanfaatkan verifikasi rahasia melalui jaringan RCS terenkripsi untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat milik kontak tersebut.
  • Fitur ini mulai tersedia secara global untuk perangkat Android 12 ke atas melalui aplikasi Phone by Google.
Jakarta: Google resmi memperkenalkan fitur keamanan baru bernama Fake Call Detection di Android sebagai upaya menghadapi meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).
 
Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengenali panggilan telepon yang tampak berasal dari orang terpercaya, tetapi sebenarnya dilakukan oleh pelaku kejahatan siber menggunakan teknik penyamaran identitas.
 
Langkah tersebut diambil seiring semakin maraknya penggunaan teknologi AI generatif untuk meniru suara seseorang secara meyakinkan. Dalam berbagai kasus, pelaku memanfaatkan teknologi kloning suara untuk menyamar sebagai anggota keluarga, teman dekat, rekan kerja, atau bahkan atasan guna memperoleh uang maupun informasi sensitif dari korban.

Modus penipuan modern kini tidak lagi bergantung pada pesan singkat atau panggilan dari nomor asing. Pelaku dapat memalsukan nomor telepon sehingga terlihat identik dengan nomor yang sudah tersimpan di daftar kontak korban.
 
Ketika panggilan dijawab, korban kemudian mendengar suara yang terdengar sangat mirip dengan orang yang dikenalnya berkat bantuan teknologi AI. Kombinasi antara pemalsuan nomor telepon atau caller ID spoofing dan kloning suara membuat penipuan jenis ini semakin sulit dibedakan dari komunikasi yang sah.
 
Bahkan pengguna yang sudah cukup waspada sekalipun berpotensi terkecoh karena identitas penelepon tampak meyakinkan dari sisi nomor maupun suara. Untuk mengatasi masalah tersebut, Google mengembangkan mekanisme verifikasi otomatis yang berjalan di balik layar.
 
Saat dua pengguna sama-sama menggunakan aplikasi Phone by Google, perangkat mereka akan saling bertukar sinyal konfirmasi secara diam-diam guna memastikan bahwa panggilan benar-benar berasal dari perangkat yang terdaftar milik kontak tersebut.
 
Proses verifikasi ini memanfaatkan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang telah dilindungi oleh enkripsi end-to-end. Jika sistem mendeteksi bahwa panggilan tidak memiliki sinyal autentikasi yang seharusnya, Android akan menampilkan peringatan kepada pengguna bahwa panggilan tersebut mungkin merupakan upaya penyamaran atau spoofing.
 
Dengan demikian, pengguna dapat segera menghentikan percakapan sebelum memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi yang berpotensi merugikan. Google menyatakan bahwa fitur ini akan diaktifkan secara default pada perangkat yang memenuhi syarat.
 
Kendati demikian, pengguna tetap memiliki opsi untuk menonaktifkannya melalui pengaturan aplikasi apabila diinginkan. Pada tahap awal, fitur tersebut mulai digulirkan untuk perangkat yang menjalankan Android 12 atau versi lebih baru.
 
Smartphone seri Pixel menjadi kelompok pertama yang menerima pembaruan ini, kemudian akan diikuti perangkat Android lain yang menggunakan aplikasi Phone by Google. Bagi pengguna Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, Motorola, dan merek Android lainnya, perlindungan serupa dapat diperoleh dengan memasang aplikasi Phone by Google dan menjadikannya sebagai aplikasi telepon utama di perangkat.
 
Fake Call Detection merupakan salah satu fitur utama dalam pembaruan Android bulan Juni 2026. Selain peningkatan keamanan panggilan, Google juga menghadirkan sejumlah fitur baru lain, termasuk perluasan Quick Share ke lebih banyak perangkat, pembaruan Circle to Search, fitur lemari pakaian digital di Google Photos, serta peningkatan kemampuan aplikasi Personal Safety.
 
Dengan hadirnya sistem verifikasi panggilan ini, Google berupaya memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap ancaman penipuan berbasis AI yang diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
 
Di tengah meningkatnya kemampuan teknologi kloning suara, fitur semacam ini dapat menjadi salah satu alat penting untuk membantu pengguna membedakan panggilan asli dan panggilan palsu sebelum menjadi korban penipuan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA