“Evolve24 adalah rangkaian acara tentang data dan AI yang lengkap di dunia, memberikan perusahaan pelatihan hands-on dan akses one-to-one dengan para pakar dari Cloudera,” ujar CEO Cloudera Charles Sandbury.
Sandsbury menambahkan dengan mengubah Evolve24 menjadi konferensi dunia yang berlangsung selama beberapa hari, Cloudera membawa kekuatan platform dan komunitas secara langsung kepada pelanggan, dinilai Cloudera sebagai peluang unik untuk berkolaborasi dan membangun hubungan dengan beberapa tokoh berpengaruh dalam manajemen data, analitik dan Al.
Sementara itu, Al diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar USD15.7 triliun (Rp) terhadap ekonomi global hingga tahun 2030 mendatang. Untuk memaksimalkan potensi Al, terdapat sejumlah tantangan umum yang disebut Cloudera harus diatasi perusahaan saat mengakses semua data mereka.
Tantangan tersebut salah satunya adalah contradictory dataset, yaitu ketidakmampuan untuk mengelola data di semua platform dan terlalu banyak data, seperti yang diungkapkan dalam survei kepada pemimpin IT, State of the Enterprise Al and Data Architecture modern.
Sebagai informasi, survei ini juga menyoroti bahwa beberapa penghalang utama dalam pengadopsian Al adalah risiko keamanan dan kepatuhan, kurangnya pelatihan atau talenta yang sesuai untuk mengelola tool Al dan biaya tool Al yang tinggi.
Untuk mengatasi hal ini, EVOLVE24 APAC akan berfokus pada peran penting arsitektur data modern dan kelebihan dari lingkungan true hybrid cloud. Acara ini akan mengeksplorasi bagaimana kombinasi kuat ini bisa mempercepat enterprise Al, merevolusi cara bisnis dan industri| mengambil insight bernilai dan bisa ditindak lanjuti dari data mereka.
Senior Vice President for Asia Pacific and Japan Cloudera Remus Lim menambahkan bahwa kesenjangan, antara bisnis yang memanfaatkan Al dan ketinggalan semakin jauh dengan cepat. Lim menyebut kebutuhan akan fondasi data kuat tidak pernah sejelas ini, dan Al adalah kunci yang membuka potensi sesungguhnya dari aset berharga ini, namun ini hanyalah langkah awal.
Hal ini didukung oleh survei terbaru Cloudera, menunjukkan bahwa 88 persen perusahaan sedang mengadopsi AI dalam kapasitas tertentu. Namun, perusahaan mencari bantuan lebih besar untuk infrastruktur data dan keterampilan mengoperasionalkan Al dan mengakses semua data mereka dengan insight pentingnya terpercaya dan tidak bias.
Setelahnya, Cloudera menegaskan bahwa dampak transformatif sesungguhnya dari Al bisa terlihat. Juga di ajang EVOLVE24 APAC yang sama, Cloudera juga mengumumkan pemenang Cloudera Data Impact Awards 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News