Smartfren Siapkan 4G+ Sebagai Penyambut 5G
Vice President Technology Relations & Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo.
Palembang: Smartfren mengumumkan perluasan kehadiran jaringan 4G+ di wilayah Sumatera. Kehadiran jaringam 4G+ yang diklaim mampu mencapai kecepatan 198Mbps ini ditujukan Smartfren untuk menjaring lebih banyak pengguna milenial.

"Milenial yang antusias dalam menggunakan layanan jumlahnya sangat banyak. Milenial sangat penting, karena cukup kuat dalam penggunaan platform teknologi digital baru. Dan milenial memiliki kebutuhan untuk selalu terhubung," ujar Vice President Technology Relations & Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo.

Kehadiran jaringan 4G+ diklaim Munir mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih cepat pada pengguna perangkat dengan dukungan Cat.9 ke atas, sedangkan pada perangkat dengan dukungan Cat lebih rendah, seperti Cat.6, pengguna diklaim akan merasakan jaringan yang lebih stabil.


Perluasan jaringan 4G+ ini juga disebut Munir sebagai bagian dari komitmen Smartfren dalam meningkatkan jumlah BTS di seluruh wilayah Indonesia. Hingga akhir tahun 2018, Smartfren menargetkan mencakup 90 persen di pulau Jawa, dan 70 persen secara nasional.

Perluasan di pulau Sumatera setelah pulau Jawa diakui Smartfren didorong oleh tuntutan jaringan akibat populasi yang kian tinggi di wilayah ini. Selain itu secara ekonomi, pulau Sumatera juga dinilai lebih baik jika dibandingkan dengan pulau lain.

Namun, Smartfren menyebut, perusahaannya tidak melupakan pulau lainnya, dan berjanji akan memperluas ketersediaan jaringan 4G+ ini di pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi setelah tahap pembangunan BTS di wilayah Sumatera telah selesai dan mencakup seluruh wilayah.

Perluasan kehadiran jaringan 4G+ ini juga menjadi bagian dari upaya Smartfren dalam menyambut era 5G, yang diprediksi akan tersedia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang.

Hanya saja, ketersediaan jaringan 5G di Indonesia tersebut disebut Munir hanya di wilayah tertentu dan bergantung pada dukungan infrastruktur.

Smartfren turut mengungkap telah mempersiapkan investasi untuk meningkatkan jaringan dan pembangunan BTS di Indonesia dari tahun 2017 hingga tahun 2020 sebesar USD200 juta (Rp3,05 triliun). Namun, Smartfren tidak menerapkan anggaran khusus per tahun, dan akan disesuaikan dengan kebutuhan.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.