AI Generatif adalah AI dengan peningkatan kemampuan yang lebih tinggi lagi, istilah ini populer ketika ChatGPT menunjukan kehebatannya dan kemudian ditiru banyak pihak dengan menawarkan keunikan masing-masing.
Perusahaan penyedia software enterprise open-source yaitu Cloudera rupanya termasuk yang mendukung implementasi AI terutama AI Generatif di kalangan bisnis atau enterprise. Hal ini terungkap dari riset Cloudera yang dibagikan.
Field CTO APAC Cloudera yaitu Daniel Hand mengakui bahwa minat perusahaan atau bisnis terhadap AI Generatif meningkat didorong oleh kepopuleran ChatGPT milik OpenAI. Kemampuannya terbukti memiliki potensi besar dibandingkan hanya menciptakan percakapan seperti manusia.
“Kalangan enterprise sudah mengeksplorasi cara untuk dapat mengembangkan solusi AI Generatif dengan aman dan memiliki nilai tambah pada sejumlah contoh penggunaan di lini bisnis,” kata Daniel.
Bagi perusahaan atau bisnis, adopsi teknologi AI Generatif menawarkan pengembangan produk yang lebih cepat sehingga time-to-market lebih singkat, pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi, peningkatan produktivitas hingga decision making yang lebih baik serta efisiensi biaya sampai membuka peluang bisnis baru,” jelasnya.
Daniel tidak setuju dengan pandangan bahwa AI Generatif akan menggeser peran manusia, justru ini akan sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dengan cara mengotomatisasi pekerjaan manual.
“Sejak era big data, perusahaan atau bisnis dituntut untuk bisa memperoleh insight dari sebuah data. AI Generatif mampu menganalisa data dengan akurat hingga membantu memberikan saran dalam decision making yang terbaik,” ungkapnya.
Hal paling penting adalah, teknologi AI Generatif mampu membuka peluang bisnis baik menghadirkan produk atau model bisnis baru. Riset McKinsey yang dikutip Cloudera menyebutkan bahwa AI Generatif bisa menambahkan sekitar USD2,6 triliun hingga USD4,4 triliun untuk perekonomian dunia setiap tahunnya.
Berdasarkan 65 kasus atau contoh penggunaan teknologi AI Generatif, 75 persen dampak positifnya berasal dari sektor penjualan, pemasaran, riset dan pengembangan produk, rekayasa software, dan operasional pelanggan.
Tidak ketinggalan, Cloudera saat ini juga sudah menyediakan dukungan bagi klien mereka untuk memungkinkan penciptaan sendiri dan penggunaan teknologi AI Generatif seperti ChatGPT yaitu berbasis Large Language Model (LLM) di dalam solusi Cloudera.
Cloudera telah merilis LLM ChatBot AMP di bulan Juni lalu dengan model open-source yang bisa dioperasikan pada lingkungan on-premise maupun cloud. OCBC Bank Singapura dan LINE Corp di Jepang adalah dua perusahaan yang sudah mengandalkan solusi Cloudera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News