CAMIA sendiri baru didirikan pada tahun 2014. Aliansi ini diprakarsai pemerintah Tiongkok dan juga orang-orang yang berkecimpung di bidang teknologi dari berbagai negara di ASEAN. Tujuan CAMIA adalah untuk mengembangkan industri mobile internet di ASEAN dan di Tiongkok sendiri.
Sebelum konferensi mobile game yang akan diadakan di Jakarta tanggal 26 mendatang, CAMIA juga pernah mengadakan acara serupa, yaitu China-Thailand Matchmaking on Mobile Games and Mobile Applications yang diadakan di Bangkok pada bulan Juli tahun lalu.
Juliana Lee, Asisten Sekretaris Jenderal CAMIA menjelaskan, alasan mereka untuk mengadakan konferensi mobile game di Jakarta adalah karena mereka melihat besarnya potensi pasar.
"Kami harap, acara ini dapat menjadi tempat bagi para pelaku industri mobile game untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan satu sama lain. Kami juga berharap kami dapat membantu para pelaku industri mobile game untuk berkembang," kata Lee.
Lee mengakui, Indonesia merupakan negara dengan pasar game mobile yang sangat potensial di Asia Tenggara. Di tahun lalu, pendapatan pasar mobile game di Indonesia meningkat sebesar 120 persen. Dibandingkan dengan pertumbuhan di negara-negara lain di di Asia Tenggara, pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi.
"Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam acara ini, karena mengembangkan ekosistem mobile internet, termasuk industri mobile game, merupakan misi kami," kata Bao Jianlei, Director Baidu Indonesia.
Dalam acara China-Indonesia Mobile Game Conference, Baidu Indonesia akan mengumumkan hasil riset mereka mengenai kebiasaan para pengguna perangkat mobile di Indonesia. Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pengembang, baik pengembang aplikasi ataupun pengembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News