Teknologi tersebut menjadi bagian dari sistem sensor Huawei TruSense atau Xuanji. Sistem ini mengintegrasikan hardware, software, serta algoritma untuk memantau dan mengevaluasi berbagai tanda vital pengguna secara berkelanjutan.
Huawei menjelaskan, pemantauan kesehatan tidak hanya ditujukan untuk mengetahui kondisi pengguna pada satu waktu. Data yang dikumpulkan secara berkelanjutan juga dapat digunakan untuk melihat perubahan atau tren tanda vital dari waktu ke waktu.

Skrining Risiko Gula Darah Makin Cepat
Salah satu perkembangan yang disoroti adalah kemampuan skrining risiko gula darah tinggi. Saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023, fitur tersebut membutuhkan waktu pemakaian perangkat selama tujuh hingga 14 hari untuk mengevaluasi risiko.Huawei kemudian meningkatkan kemampuan teknologi tersebut pada tahun 2025 sehingga periode pemantauan dapat dipangkas menjadi tiga hingga tujuh hari. Perkembangan ini merupakan bagian dari peningkatan sensor dan algoritma pada sistem Xuanji.
Selain itu, Huawei juga mengembangkan penelitian terkait gula darah bersama sejumlah institusi. Salah satunya dilakukan bersama Universitas Malaya untuk proyek penelitian risiko diabetes di Malaysia. Dalam proyek tersebut, sinyal denyut nadi yang diperoleh melalui smartwatch Huawei digunakan untuk melakukan evaluasi risiko gula darah.
Pengguna dapat memperoleh evaluasi setelah menggunakan perangkat selama tiga hingga 14 hari. Dalam sesi presentasi di Huawei Campus, Dongguan, Tiongkok, Huawei menjelaskan bahwa fitur tersebut telah didukung pada seri Huawei Watch GT Pro dan Huawei Fit 3 Pro.
Penelitian mengenai gula darah juga dilakukan bersama Peking Union Medical College Hospital sejak tahun 2023. Dalam pengembangan terbaru, mereka menggabungkan data smartwatch dengan continuous glucose monitor (CGM).
Data aktual dari CGM digunakan sebagai dasar kalibrasi untuk membantu mengevaluasi kejadian gula darah tinggi pada pengguna berbeda. Targetnya adalah pengembangan teknologi dari sekadar skrining risiko gula darah tinggi menjadi kemampuan mengidentifikasi kejadian gula darah tinggi.
Di sisi lain, teknologi tersebut belum ditujukan untuk memberikan nilai gula darah secara pasti. Sistem dikembangkan untuk mengidentifikasi kejadian gula darah tinggi dan memperkuat evaluasi risiko pengguna.
Skrining Risiko Hipertensi dalam 24 Jam
Selain gula darah, Huawei juga mengembangkan skrining risiko hipertensi dengan waktu evaluasi lebih singkat. Proses tersebut saat ini dapat dilakukan dalam waktu sekitar 24 jam. Dengan teknologi X-Type terbaru, pengguna perlu mengenakan smartwatch selama lebih dari tujuh jam pada siang hari dan lebih dari enam jam pada malam hari.Setelah periode tersebut terpenuhi, risiko hipertensi dapat ditampilkan dalam satu hari. Huawei membandingkan perkembangan tersebut dengan metode sebelumnya. Perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok ini menyebut teknologi pesaing membutuhkan sekitar tiga hingga empat hari untuk menampilkan hasil skrining risiko hipertensi.
Huawei juga mengembangkan pemantauan tekanan darah secara dinamis melalui seri Watch D. Watch D2 dan Watch D3 terbaru disebut memiliki kemampuan pemantauan tekanan darah secara dinamis, termasuk metode non-invasif pada Watch D3.
Menurut mereka, pemantauan secara berkelanjutan memungkinkan perangkat mendeteksi perubahan tekanan darah yang mungkin tidak terlihat jika pengukuran hanya dilakukan pada waktu tertentu. Tekanan darah dapat berubah sepanjang hari, termasuk setelah aktivitas fisik atau pada malam hari.
Pengembangan Teknologi Berbasis Data Berkelanjutan
Pengembangan teknologi kesehatan tidak hanya berfokus pada satu indikator. Sistem Xuanji dirancang untuk menggabungkan berbagai tanda vital agar dapat memberikan gambaran kondisi pengguna secara lebih menyeluruh.Sistem tersebut saat ini mencakup lebih dari 70 indikator pada enam dari delapan sistem utama tubuh manusia. Data dari berbagai indikator dapat dikombinasikan untuk melihat tren dan perubahan kondisi pengguna.
Huawei memberikan contoh penggabungan data detak jantung, tidur, oksigen darah, dan indikator aktivitas harian. Menurut Huawei, kombinasi berbagai data tersebut dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko kesehatan lebih awal.
Meski demikian, Huawei menyampaikan bahwa pengembangan teknologi kesehatan masih berlangsung. Huawei terus mengembangkan sensor, algoritma, serta metode evaluasi agar pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan komprehensif.
Huawei juga menekankan aspek privasi dalam pengembangan dan pemanfaatan data kesehatan. Data pengguna disebut hanya digunakan untuk penelitian berdasarkan persetujuan pengguna serta mengikuti persyaratan regulasi dan keamanan di masing-masing negara atau wilayah.