Pengumuman tersebut disampaikan Dr. Peter Zhou, Director of the Board Huawei sekaligus CEO Huawei Cloud, pada hari kedua HUAWEI CONNECT 2026 di Shanghai, China, 21 September 2026. Salah satu yang diperkenalkan adalah AI Cluster Service (AICS) terbaru, yang menjadi bagian dari strategi Huawei Cloud membangun fondasi komputasi untuk agentic AI.
Bagian yang berubah dalam pendekatan Huawei Cloud adalah cara melihat infrastruktur. Untuk AI berbasis agen, pusat komputasi tidak cukup hanya menyediakan tenaga pemrosesan. Infrastruktur juga harus mampu mengelola memori, menjadwalkan berbagai jenis komputasi, serta menjalankan agen AI secara aman ketika sudah masuk lingkungan produksi.
AICS Dirancang untuk Beban AI Berdensitas Tinggi
Huawei Cloud menyebut konsep tersebut sebagai Agentic Infra. Paradigma ini mencakup efisiensi penggunaan token, peningkatan kemampuan memori, penjadwalan terpadu antara komputasi umum dan AI, serta otonomi yang tetap memperhatikan keamanan. Menurut Huawei Cloud, infrastruktur tersebut telah melayani lebih dari 3.500 pelanggan.AICS terbaru dibangun dengan mekanisme pemulihan lima tingkat dan observabilitas dari ujung ke ujung. Dalam pengujian yang disampaikan Huawei Cloud, layanan ini mampu mendukung pelatihan stabil lebih dari 40 hari di cloud dan melakukan pemulihan gangguan dalam waktu 10 menit.
Optimasi pada penjadwalan, cache, dan algoritma juga diklaim menghasilkan throughput token 20 persen lebih tinggi dibandingkan layanan komputasi generasi sebelumnya. AICS akan tersedia secara komersial di China pada 30 September dan di luar China mulai 30 November.
Bagi perusahaan yang menjalankan AI dalam skala besar, detail seperti ini menjadi penting karena persoalannya bukan hanya seberapa cepat sebuah model menghasilkan jawaban. Ketika agen AI menjalankan proses yang panjang dan berulang, downtime, akses memori, dan efisiensi pemrosesan ikut menentukan biaya serta kelancaran operasional.
Memori AI Disiapkan hingga Skala Petabyte
Huawei Cloud juga memperkenalkan Context Memory Storage (CMS) untuk kebutuhan agen AI yang harus mengelola tugas dalam rentang panjang. Layanan ini menyediakan kapasitas memori dalam skala petabyte dan diklaim memiliki kapasitas dua kali lipat dibandingkan produk sejenis di industri.CMS juga mendukung pembacaan memori dalam skala terabyte dengan performa yang disebut 50 persen lebih tinggi dibandingkan produk sejenis.
Sederhananya, layanan ini ditujukan untuk mengatasi persoalan ketika agen AI harus mempertahankan konteks dalam pekerjaan yang tidak selesai dalam satu interaksi.
Huawei Cloud Buka Akses ke Beragam Model AI
Di lapisan software, Agentic Model as a Service (MaaS) memungkinkan pengembang mengakses berbagai model state-of-the-art dari penyedia berbeda tanpa perlu melakukan deployment satu per satu. Pemanggilan model dilakukan melalui satu layanan, sehingga proses pengembangan aplikasi berbasis AI dapat dibuat lebih sederhana.Huawei Cloud juga mengembangkan AgentArts dan versi open source-nya, openJiuwen. Platform tersebut menyediakan akses ke lebih dari 5.000 aset Model Context Protocol (MCP) umum dan lebih dari 1.000 aset MCP khusus industri untuk membantu perusahaan mengembangkan, menggunakan, dan mengelola agen AI. AgentArts dijadwalkan tersedia secara komersial di pasar luar China pada 30 Desember.
Industry AI Foundry Perluas Penerapan AI
Huawei Cloud juga memperluas Industry AI Foundry, yang menggabungkan aset seperti skenario industri, model, data, pengetahuan, dan agen agar pengalaman dari satu proyek dapat digunakan kembali untuk kebutuhan industri lainnya.Platform tersebut kini memiliki lebih dari 1.000 aset industri dan lebih dari 1.000 proyek yang telah diterapkan. Dua zona baru, yakni Smart Government Zone dan AI Hardware Zone, ikut ditambahkan ke lima zona yang sudah ada.
Dari infrastruktur hingga platform agen dan ekosistem industri, Huawei Cloud mengarah pada konsep open agentic cloud. Intinya, AI tidak hanya membutuhkan model yang pintar, tetapi juga infrastruktur, perangkat pengembangan, memori, keamanan, dan ekosistem yang mampu membuat agen tersebut benar-benar bekerja di dunia nyata.