Laporan Digital 2027 yang dirilis We Are Social dan Meltwater pada 22 Oktober 2026 mencatat, 3,24 miliar orang di dunia menggunakan Gen AI secara aktif setiap bulan. Jumlah itu setara 38,9 persen populasi global.
Dalam 12 bulan, pengguna aktif Gen AI bertambah 1,2 miliar orang atau tumbuh 57,2 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan AI semakin masuk ke rutinitas digital, bersamaan dengan media sosial yang tetap menjadi tempat orang menghabiskan waktu, membentuk preferensi, dan mencari referensi sebelum membeli.
Media Sosial Jadi Ruang Penting untuk Menemukan Merek
Digital 2027 mencatat identitas pengguna media sosial global mencapai 5,81 miliar, setara 69,9 persen populasi dunia. Jumlahnya naik 2,7 persen dalam setahun, dengan tambahan 151 juta identitas. Istilah “identitas pengguna” tidak otomatis berarti jumlah individu unik.Waktu yang dihabiskan pengguna internet untuk media sosial dan platform video online meningkat 3,8 persen selama setahun, menjadi rata-rata 19 jam 18 menit per minggu.
YouTube menyerap porsi waktu media sosial global terbesar, disusul WhatsApp dan Instagram. Namun, berdasarkan rata-rata waktu harian per pengguna aktif, TikTok memimpin dengan 1 jam 55 menit sehari.
Sebanyak 46,9 persen pengguna internet berusia 16–24 tahun menggunakan platform seperti Instagram dan Facebook sebagai sumber utama untuk mencari informasi tentang merek dan produk yang mungkin mereka beli.
Bagi perusahaan, kehadiran di media sosial bukan sekadar soal jumlah pengikut, tetapi juga bagaimana percakapan dan rekomendasi di sana memengaruhi keputusan konsumen.
Trafik Web Menurun, Mesin Pencari Masih Penting
Di tengah pertumbuhan AI, kebiasaan mengakses web tradisional berubah. Analisis terhadap 10.000 domain web terbesar di dunia menemukan total trafik bulanan turun lebih dari 10 persen sejak ChatGPT diluncurkan ke publik. Waktu yang dihabiskan di web juga merosot 11,2 persen dalam 24 bulan terakhir.Meski begitu, mesin pencari belum kehilangan perannya. Orang dewasa yang aktif online masih 74 persen lebih mungkin mengatakan mereka menggunakan mesin pencari untuk meneliti merek dibandingkan menggunakan platform AI.
Strategi digital karena itu tidak cukup hanya mengejar visibilitas di satu tempat: situs web, pencarian, media sosial, dan layanan AI masih saling melengkapi.
ChatGPT tetap menjadi platform Gen AI terbesar, dengan pengguna aktif bulanan dua kali lipat pesaing terdekatnya. Sementara itu, Google Gemini dan Anthropic Claude juga berkembang.
Pengguna aktif aplikasi seluler Gemini meningkat empat kali lipat dalam setahun, sedangkan basis pengguna web-nya kini lebih dari 60 persen ukuran pengguna web ChatGPT.
GEO dan Reputasi Merek Kian Berpengaruh
Suzie Shaw, CEO We Are Social APAC, mengatakan AI mengubah cara orang menemukan merek, tetapi media sosial tetap penting dalam membentuk preferensi.“Percakapan, rekomendasi, dan opini yang dibagikan orang secara online semakin memengaruhi jawaban yang diberikan AI dan keputusan yang dibuat konsumen,” ujarnya.
Menurut Shaw, optimasi konten saja tidak cukup karena merek tidak sepenuhnya mengendalikan apa yang dibicarakan orang. GEO atau Generative Engine Optimization menjadi penting karena reputasi dan komunitas dapat memengaruhi apakah suatu merek muncul dalam jawaban AI maupun direkomendasikan pengguna.
Mimrah Mahmood, Wakil Presiden Enterprise Sales Meltwater untuk APAC, menilai perusahaan perlu memahami jejak merek secara menyeluruh di berita, media sosial, mesin pencari, dan platform berbasis AI. Perilaku digital yang berbeda di tiap pasar Asia Pasifik membuat pendekatan satu kanal semakin sulit menjangkau seluruh audiens.
Laporan Digital 2027 juga mencatat pengguna internet global mencapai 6,15 miliar atau 73,9 persen populasi dunia.
Belanja iklan digital tumbuh 8,7 persen dalam setahun, dengan iklan media sosial naik 18 persen dan iklan influencer meningkat 15 persen. Data ini menunjukkan merek perlu hadir secara konsisten di berbagai kanal digital seiring berubahnya cara orang menemukan informasi.