Model yang baru-baru ini memperbarui pasokannya di pasar dan peritel ini dan menjadi pasokan terakhir. Mengutip The Verge, Logitech menyebut pihaknya akan terus menyediakan dukungan dan layanan untuk remote Harmony selama pengguna masih menggunakannya.
Pada blog resminya, Logitech juga mengungkap bahwa dukungan untuk remote Harmony ini juga terakhir akses ke software dan aplikasi untuk mengatur dan mengelola remote. Selain itu, Logitech juga berencana untuk terus menggulirkan update pada platform dan menambahkan perangkat ke database Harmony.
Logitech juga menegaskan bahwa akan terus menawarkan dukungan pelanggan dan garansi. Sebagai pengingat, Logitech mengakuisisi Intrigue Technologies, produsen awal remote Harmony, pada tahun 2014 lalu.
Remote universal Harmony populer di kalangan konsumen yang mencari satu remote untuk mengendalikan berbagai perangkat, dari box TV kabel, konsol gaming, hingga perangkat streaming. Sejumlah model baru bahkan tersedia untuk digunakan dengan perangkat smart home.
Bisnis Logitech mengalami peningkatan signifikan selama pandemik virus Corona, sebab sebagian besar masyarakat bekerja dan belajar dari rumah. Pada bulan Januari, Logitech melaporkan penjualan kuartal ketiga perusahaannya mengalami peningkatan 85 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi USD1,67 miliar (Rp24,4 triliun).
Namun, dengan peningkatan layanan streaming selama beberapa tahun terakhir, remote universal tidak lagi sepenting seperti saat layanan tersebut belum populer. CEO Logitech Bracken Darrell menyebut bahwa pada tahun 2019, Harmony merupakan bisnis kecil untuk perusahaannya.
Darrell juga menyebut bahwa bisnis remote hanya berkontribusi sebesar enam persen jika dibandingkan dengan kontribusi bisnis keyboard Logitech yang merajai laporan keuangan perusahaan yang berkantor di Swiss ini.
Selain itu, Derrell juga menambahkan bahwa Logitech menghargai pengguna setia Harmony yang benar-benar mencintai produk tersebut. Karenanya, Logitech berjanji untuk selalu menjaga pengguna tersebut, sebab pihaknya meyakini bahwa hal itu merupakan bagian dari tanggung jawab merek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News