"Doctor Gratis Plus memberikan kesempatan untuk pasien berkonsultasi dengan dokter yang terdaftar pada aplikasi ini, melalui teleconferece. Hal ini memudahkan dokter memberikan diagnosa lebih tepat dan akurat," ujar Dr Jaques Durand, pendiri Doctor Gratis dan Direktur Medis Health 2i.
Jika versi gratisnya hanya memungkinkan pasien berkonsultasi melalui pesan teks via kolom chat pada aplikasi, Doctor Gratis Plus dilengkapi dengan kemampuan video chat, pasien bisa bertatap muka dengan dokter. Jaques melanjutkan, pada aplikasi ini, waktu teleconference konsultasi tidak terbatas. Dengan sekali membayar, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter dengan konsumsi waktu sesuai kebutuhan. Namun, jika pasien tidak ingin berkonsultasi via video, aplikasi ini juga menyediakan pilihan konsultasi via audio.
Sementara aplikasi versi sebelumnya memberikan layanan konsultasi secara cuma-cuma, untuk satu kali konsultasi dengan dokter berbasis di Indonesia, pasien diharuskan membayar sebesar USD25, sedangkan konsultasi dengan dokter berbasis di luar negeri akan membebankan pasien biaya sebesar USD49.
Health 2i juga menawarkan program berlangganan sebesar USD9.95 per bulan atau USD99 per tahun. Doctor Gratis Plus juga memberikan diskon 20 persen untuk pasien yang telah menjadi anggota. Jaques mengungkapkan bahwa pembayaran untuk aplikasi ini baru dapat dilakukan via kartu kredit, namun tidak menutup kemungkinan untuk ketersediaan pilihan pembayaran lain di masa depan.
Untuk versi premium Doctor Gratis Plus, Health 2i telah bekerja sama dengan 15 dokter umum dan spesialis yang dipilih berdasarkan rekomendasi rekan dokter dan Ikatan Dokter Indonesia. Hanya saja, dokter tidak diperkenankan memberikan resep obat kepada pasien. Dokter dapat memberikan resep generik, jika dalam keadaan darurat.
Aplikasi ini baru tersedia untuk perangkat Android, namun Health 2i memastikan pengguna perangkat iOS dan Windows 10 segera menyusul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News