Ilustrasi.
Ilustrasi.

Indonesia Digital 2024, BAKTI Bawa Konektivitas ke Sulawesi Utara

Teknologi Kominfo telekomunikasi BAKTI
Cahyandaru Kuncorojati • 30 September 2021 16:55
Jakarta: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melaksanakan amanah yang diberikan pemerintah serta operator seluler untuk membawa konektivitas atau akses internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia terutama kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
 
Di webinar bertajuk “Menuju Indonesia Digital 2024: Merdeka dalam Konektivitas” dibahas usaha dan pencapaian BAKTI Kominfo dalam membawa akses internet kawasan Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki geografis kepulauan di antaranya Pulau Sangihe dan Pulau Talaud yang termasuk kawasan 3T.
 
BAKTI Kominfo disebut hadir di kawasan tersebut sejak periode tahun 2016-2017 dan hingga saat ini telah membawa akses internet yang menjadi bagian dari usaha menuju Indonesia digital sepenuhnya di tahun 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Utara, Christiano E. Talumepa menyebutkan bahwa percepatan digitalisasi ini tidak bisa hanya sekadar program tapi tetap membutuhkan fondasi berupa infrastruktur.
 
“Semuanya sangat bergantung pada infrastruktur TIK. Kami berupaya serius dalam mewujudkannya (Indonesia digital 2024) bahkan hingga ke desa-desa perbatasan karena Sulawesi Utara adalah salah satu daerah dengan provinsi kepulauan,” ujarnya.
 
Data yang dibeberkan BAKTI menyebutkan kini sudah ada akses internet di 284 titik layanan publik di 17 kota atau kabupaten di Sulawesi Utara kemudian 15 desa atau kelurahan sudah memiliki BTS yang memadai dan empat desa atau kabupaten sudah dilewati oleh infrastruktur Palapa Ring Paket Tengah.
 
Walikota Manado, Andrei Angouw, menyebutkan bahwa kehadiran akses internet membantu pemerintah menerapkan e-government untuk memaksimalkan pelayanan dan memberikan kesejahteraan masyarakat. 
 
Meskipun begitu BAKTI Kominfo masih punya pekerjaan rumah yang menanti dan cukup menantang karena masih ada beberapa lokasi di Provinsi Sulawesi Utara belum mendapatkan akses internet yang mencukupi atau merata, terutama di kawasan Pulau Sangihe dan Talaud.
 
“Kita akan menambah sembilan lokasi baru dari 15 lokasi yang sudah dibangun. untuk akses internet di sulut sudah ada 284 tiktik dan penambahan 10 lokasi tahun depan di Sangihe dan Talaud,” ungkap Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo, Bambang Nugroho.
 
Dia mengaku pihaknya mendorong pro-aktif antara pihak pemerintah daerah dan provinsi dengan dan koordinasi bersama BAKTI Kominfo sehingga bisa dilakukan riset mengenai kawasan yang masuk dalam daftar blankspot internet.
 
“Jadi desa yang blankspot (di Indonesia), ada 9913 desa, 1209 sudah dibangun ada 2G dan 4G, tersisa 7904 desa yang akan dibangun bertahap dalam waktu dua tahun, jadi di akhir 2022 diharapkan semua sudah dibangun,” ujarnya.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif