Ilustrasi: SurveyCTO
Ilustrasi: SurveyCTO

Kejutan Pasar AI 2025: Grammarly Tumbangkan ChatGPT, DeepSeek Melesat 1.800%

Mohamad Mamduh • 02 Januari 2026 17:11
Jakarta: Lanskap kecerdasan buatan generatif (Generative AI) di tingkat perusahaan telah mengalami pergeseran tektonik pada tahun 2025. Laporan terbaru dari Palo Alto Networks bertajuk The State of Generative AI in 2025 mengungkap fakta mengejutkan: di tengah hingar-bingar model bahasa besar (LLM) yang canggih, alat bantu penulisan praktis justru menjadi raja yang tak terbantahkan di tempat kerja.
 
Meskipun ChatGPT dari OpenAI sering menjadi wajah publik dari revolusi AI, data transaksi perusahaan menunjukkan realitas yang berbeda. Grammarly, asisten penulisan berbasis AI, secara mengejutkan mendominasi pasar dengan menguasai 39,59% dari seluruh transaksi aplikasi GenAI. Angka ini jauh melampaui Microsoft 365 Copilot yang berada di posisi kedua dengan 13,52%, dan meninggalkan ChatGPT di posisi keempat dengan hanya 8,24% pangsa transaksi.
 
Dominasi ini menegaskan tren penting: bagi para pekerja profesional, kebutuhan akan utilitas praktis—seperti menyusun email, laporan, dan presentasi yang bebas kesalahan—jauh lebih mendesak daripada kemampuan percakapan chatbot umum.

Kategori "Writing Assistant" sendiri menjadi kasus penggunaan terbesar, menyumbang 34% dari total penggunaan GenAI di perusahaan. Fenomena ini menandakan bahwa AI telah beralih fungsi dari sekadar "mainan baru" yang canggih menjadi utilitas esensial yang menopang produktivitas harian.
 
Tahun 2024 dicatat sebagai tahun ledakan adopsi, dengan lalu lintas GenAI secara keseluruhan melonjak drastis sebesar 890%. Pertumbuhan eksplosif ini didorong oleh semakin matangnya model AI dan keuntungan produktivitas yang nyata. Beberapa organisasi melaporkan dampak ekonomi tambahan hingga 40% berkat efisiensi yang ditawarkan teknologi ini.
 
Namun, pasar ini juga terbukti sangat dinamis dan reaktif terhadap inovasi baru. Laporan tersebut menyoroti kasus peluncuran model DeepSeek-R1 pada Januari 2025 sebagai contoh utama volatilitas pasar. Hanya dalam waktu dua bulan setelah peluncurannya, lalu lintas menuju DeepSeek meroket hingga 1.800%.
 
Lonjakan instan ini menunjukkan betapa cepatnya perusahaan dan karyawan bereksperimen dengan alat baru yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi atau biaya yang lebih rendah, sering kali bergerak lebih cepat daripada kebijakan IT perusahaan mereka.
 
Pergeseran ini menandai era baru ketika AI bukan lagi sekadar eksperimen departemen IT, melainkan telah menjadi Force Multiplier atau penganda kekuatan bagi bisnis. Dari notulensi rapat yang ditulis otomatis hingga agen AI yang mengelola proses penjualan secara otonom, integrasi AI ke dalam alur kerja perusahaan kini tak terelakkan.
 
Kecepatan adopsi yang luar biasa ini membawa tantangan tersendiri. Dengan rata-rata organisasi kini menggunakan 66 aplikasi GenAI berbeda—banyak di antaranya tanpa pengawasan resmi—perusahaan menghadapi risiko keamanan baru yang signifikan.
 
Meskipun demikian, data tahun 2025 mengirimkan sinyal yang jelas: gelombang adopsi AI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, dan alat yang paling sukses adalah alat yang paling efektif menyelesaikan masalah praktis sehari-hari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan