Dalam kesepakatan ini, Meta akan mengadopsi jutaan unit GPU NVIDIA Blackwell dan Rubin yang dirancang untuk menangani beban kerja AI berskala besar. Selain itu, Meta juga akan memanfaatkan prosesor NVIDIA Grace CPU berbasis Arm yang menawarkan efisiensi daya lebih baik. Ke depan, Meta berencana menggunakan NVIDIA Vera CPU yang dijadwalkan hadir sekitar tahun 2027.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Meta mengintegrasikan NVIDIA Spectrum-X Ethernet switches ke dalam platform Facebook Open Switching System. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan throughput, menurunkan latensi, sekaligus menghemat energi. Meta juga akan menggunakan sistem berbasis GB300 untuk menyatukan operasi di pusat data maupun mitra cloud, sehingga skalabilitas dan kinerja dapat dimaksimalkan.
Salah satu poin penting dari kolaborasi ini adalah penerapan teknologi Confidential Computing dari NVIDIA. WhatsApp menjadi layanan pertama Meta yang mengadopsi fitur ini, memungkinkan penggunaan AI tanpa mengorbankan privasi pengguna. Rencananya, teknologi ini akan diperluas ke platform Meta lainnya seperti Facebook dan Instagram.
Tim engineering dari Meta dan NVIDIA akan bekerja sama secara erat untuk mengoptimalkan model AI generasi berikutnya. Dengan menggabungkan platform penuh milik NVIDIA dan beban kerja berskala besar Meta, diharapkan lahir inovasi yang mampu menghadirkan pengalaman AI lebih personal dan cerdas bagi miliaran pengguna.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan bahwa Meta memiliki skala luar biasa dalam penerapan AI untuk rekomendasi dan personalisasi. Sementara itu, CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut tujuan utama kerja sama ini adalah membangun kluster AI dengan platform Vera Rubin guna menghadirkan “personal superintelligence” bagi semua orang di seluruh dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News