Nadya Hutagalung (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Nadya Hutagalung (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Nadya Hutagalung: Influencer Harus Berikan Dampak Positif

Teknologi Social Media Week Jakarta
Gervin Nathaniel Purba • 16 November 2019 23:21
Jakarta: Seiring masifnya penggunaan media sosial, kemunculan influencer mencuri perhatian masyarakat. Influencer bahkan menjadi sebuah profesi baru yang menggiurkan.
 
Dengan menjadi influencer, seseorang bisa terkenal, menginspirasi, dan menghasilkan banyak uang.
 
Influencer memiliki banyak followers atau pengikut di media sosial. Mereka memiliki pengaruh bagi para pengikutnya untuk melakukan sesuatu. Para influencer ini contohnya adalah selebritas, selebgram, blogger, dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Influencer memiliki kekuatan untuk membawa pengaruh pada kehidupan masyarakat. Hal ini membuat influencer harus selektif memilih konten yang akan diposting karena dampaknya luas.
 
Bagi model dan influencer Nadya Hutagalung, menjadi influencer tidak hanya sekadar mempunyai kekuatan memberikan pengaruh, tetapi juga memberikan dampak yang berarti. Influencer harus memberikan dampak positif.
 
We can move from having influence to having impact. Jadi, kalau Anda disebut sebagai social media influencer, kenapa tidak untuk dibilang sebagai social media impacter (pembawa dampak)?” kata Nadya, saat mengisi sesi konferensi dalam rangkaian acara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Jakarta. SMW Jakarta 2019 telah berlangsung pada 11-15 November.
 
Melalui SMW Jakarta 2019, Nadya Hutagalung menekankan pentingnya menjadi influencer yang membawa dampak kebaikan, menebarkan pesan positif, dan mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik.
 
Salah kaprah jika influencer hanya mengejar ketenaran semata. Kata Nadya, influencer yang seperti itu tidak tahu tujuan yang hendak diraih.
 
“Kamu mau terkenal, terkenal untuk apa? Menjadi influencer, ya influencer of what?” ucap Nadya.
 
Menjadi influencer harus berbekal keterampilan dan mempunyai pesan kuat yang ingin disampaikan. Sebab, influencer mempunyai kekuatan untuk memengaruhi publik.
 
Perempuan keturunan Australia-Batak itu menyebutkan influencer harus memiliki suatu minat. Misal, influencer yang berminat terhadap isu-isu lingkungan, maka ia akan menyuarakan aksi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Pengaruhnya akan membawa dampak bagi pengikutnya untuk ikut menyuarakan kepedulian lingkungan.
 
“Selain itu, berbagai brand juga akan mendatangi Anda,” ucap Duta Lingkungan PBB itu.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif