Ilustrasi.
Ilustrasi.

94% Generasi Z Indonesia Mau Bekerja Pakai Teknologi Canggih

Teknologi teknologi dell
Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Februari 2019 18:24
Jakarta:Sebanyak 94 persen generasi Z Indonesia ingin menggunakan teknologi paling canggih saat bekerja, menurut studi global Gen Z: masa depan telah tiba yang dilakukan oleh Dell EMC Indonesia. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata di Asia Tenggara (90 persen) ataupun global (80 persen).
 
Generasi Z adalah generasi setelah milenial yang terlahir setelah tahun 1996. Pada 2020, diperkirakan, generasi Z akan menjadi 20 persen dari total pekerja di dunia.
 
Di satu sisi, tingginya ketertarikan generasi Z untuk menggunakan teknologi paling canggih akan mendorong pelaku bisnis ke era digital. Pada saat yang sama, ini juga akan memperbesar kesenjangan yang ada antara lima generasi di tempat kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi para perusahaan dan para guru, ini berarti ada hal-hal yang harus mereka perhatikan ketika mereka berurusan dengan para generasi Z. Misalnya, perusahaan harus mengutamakan teknologi canggih untuk bisa menarik generasi muda.
 
Sementara bagi para lembaga pendidikan, ini berarti mereka bisa mengintegrasikan kecerdasan buatan dan teknologi lain ke dalam metode pembelajaran. Selain itu, para generasi muda ini juga bisa didorong untuk bekerja di bidang Sains, Teknologi, Teknisi, dan Matematika (STEM).
 
Menariknya, menurut studi Dell, walau para generasi Z yakin bahwa kemampuan mereka terkait teknologi cukup mumpuni, tapi mereka justru merasa tidak yakin dengan kemampuan non-teknis mereka.
 
Sebanya 76 persen generasi Z Indonesia mau menjadi mentor untuk rekan kerja mereka. Angka ini masih lebih rendah dari persentase global, yang sedikit lebih tinggi pada 77 persen, dan Asia Tenggara yang mencapai 83 persen.
 
Bagi perusahaan, ini berarti mereka bisa mempersiapkan program pengajaran dengan bantuan para generasi Z. Sebaliknya, perusahaan juga bisa menyediakan program magang untuk mematangkan kemampuan dan membentuk rasa percaya diri pada generasi Z.
 
Sekolah dan lembaga pendidikan juga harus bisa mengajarkan generasi Z tentang cara berpikir kritis serta mendorong kreativitas mereka. Dua hal itu adalah sesuatu yang sangat dicari oleh perusahaan
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif