Fasilitas data center milik NeuCentrIX.
Fasilitas data center milik NeuCentrIX.

NeuCentrIX Terapkan Standar Internasional, Cegah Kebakaran Data Center

Cahyandaru Kuncorojati • 28 Desember 2021 10:56
Jakarta: Kasus kebakaran data center pada Gedung Cyber 1 beberapa waktu lalu yang berimbas ke tumbangnya sejumlah layanan aplikasi digital yang memanfaatkan fasilitas tersebut menjadi bukti nyata dan pengingat bahwa perlindungan data center juga sama pentingnya.
 
Data center kini semakin penting posisinya ditambah transformasi digital yang terus digaungkan serta data pemerintah yang mengklaim di tahun 2021 ada 11 juta UMKM digital di Indonesia dan targetnya 30 juta lagi onboarding digital di 2024.
 
Unit bisnis data center milik Telkom Indonesia yaitu NeuCentrIX baru ini mengungkapkan telah meningkatkan keamanan fasilitas mereka lewat dua jenis proteksi yaitu pasif dan aktif.

Di segi pasif adalah memanfaatkan desain arsitektur dan instalasi material yang telah dirancang khusus sementara segi aktif mencakup sistem deteksi dan pencegah kebakaran serta penyiram api.
 
Direktur Wholesale & International Service PT Telkom Indonesia, Bogi Witjaksono menjelaskan beberapa standar yang harus dipatuhi oleh para pemilik data center di antaranya adalah Suppression System untuk ruang server dan data center harus memenuhi kualitas aman di udara.
 
Aturan ini ada dalam dokumen NFPA 75 Standar for protection of Information Technology.  NFPA 75 adalah Standar untuk Perlindungan Kebakaran Peralatan Teknologi Informasi. 
 
“Sistem deteksi aktif bisa menggunakan Very Early Smoke Detection Apparatus (VESDA) yang berfungsi mendeteksi asap pada tahap yang sangat awal dan memperingatkan pengguna,” jelasnya.
 
Menurut Bogi, Fire Supression System (FSS) bisa menggunakan IG-55 yang memungkinkan evakuasi personel yang aman, baik dari segi tingkat oksigen di dalam ruangan maupun jarak pandang yang diperlukan untuk proses evakuasi.
 
Sistem penyiram api bisa menerapkan penyiram api pipa kering pra-aksi di mana sistem diaktifkan oleh pendeteksi kebakaran.
 
Bogi menilai pemilihan lokasi data center juga penting. Ada beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dan dievaluasi, misalnya assessment potensi bencana, sampai proximity to public area.
 
Pembangunan gedung data center juga harus mempertimbangkan aspek teknis floor loading, kekuatan dinding untuk menghadapi bahaya dari luar.
 
Di sisi perencanaan, instalasi, dan perawatan data center harus melalui standar-standar yang berlaku, salah satunya pada media suppression bisa berbahaya jika tidak didesain secara benar.
 
“Sejalan dengan tingginya kebutuhan internet dan produk digital oleh masyarakat di Indonesia, Telkom terdorong untuk mengakomodasi terbentuknya ekosistem digital, salah satunya melalui ekosistem data center dan Edge dimana Neucentrix merupakan bagian dari ekosistem tersebut,” tutur Bogi.
 
“NeuCentrIX sendiri telah bersertifikat ANSI/TIA-942, sehingga pusat data neuCentrIX telah memenuhi standar NFPA 75 untuk proteksi kebakaran," kata Bogi. Data center Neucentrix telah tersebar di 16 kota di seluruh Indonesia dan akan bertambah seiring dengan kebutuhan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan