Ilustrasi. (Getty Images)
Ilustrasi. (Getty Images)

Transformasi Digital Sepenuhnya, Alita Terapkan Work from Anywhere

Cahyandaru Kuncorojati • 19 Juni 2022 12:35
Jakarta: Perusahaan solusi jaringan PT Alita Praya Mitra (Alita) merayakan usianya yang telah beroperasi selama 27 tahun dengan semakin agresif menerapkan transformasi digital di bisnisnya, salah satunya dengan menerapkan pola kerja yang baru.
 
Alita meluncurkan pola kerja dari mana saja atau Work from Anywhere (WFA bagi karyawan mereka untuk menuju korporasi fully digital pertama di Indonesia. Direktur Utama PT Alita Praya Mitra (Alita), Teguh Prasetya langkah ini menjadi jawaban sekaligus adaptasi kondisi saat ini.
 
Teguh mengatakan saat ini pandemi telah bergeser menjadi endemi, namun masyarakat masuk dalam era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA) yang penuh ketidakpastian.

“Guna menjawab tantangan VUCA, kita perlu VUCA 2.0 yaitu vision, understanding, courage, dan adaptability. Alita WFA merupakan salah satu langkah untuk bekerja dengan lebih inovatif, cerdas, keras, dan mengadopsi teknologi dengan baik,” ujarnya.
 
Dia menuturkan bahwa selama masa pandemi, Alita terus melakukan kegiatan bekerja dari rumah (WFH) mengikuti kebijakan Pemerintah. Selama hampir 3 tahun ini terbukti pola kerja tersebut berhasil meningkatkan produktivitas kerja hingga 50 persen dan menurunkan biaya operasional kantor hingga 70 persen.
 
Teguh menilai diperlukan visi, pemahaman, keberanian, dan kemampuan adaptasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang seimbang. “Komunikasi tetap dijaga melalui berbagai saluran komunikasi, salah satunya intranet Go Beyond untuk memudahkan karyawan dalam bekerja dari mana saja,” ungkapnya.
 
PT Alita Praya Mitra telah menerapkan standar internasional dalam keamanan informasi dengan Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau lebih dikenal dengan Information Security Management Systems (ISMS) ISO 27001.
 
Head of Corporate and Marketing Communication PT Alita Praya Mitra, Fita Indah Maulani menyampaikan sertifikasi ISMS merupakan gambaran bagaimana perusahaan dapat melindungi serta memelihara kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi.
 
“Sertifikasi ini diperoleh atas komitmen perusahaan dalam mengelola serta mengendalikan risiko keamanan informasi. Standar operasional prosedur perusahaan harus berjalan sesuai dengan standar keamanan siber, salah satunya mengacu pada ISO 27001,” jelas Fita.
 
Bekal ISO 27001:2013 saat ini Alita telah menetapkan persyaratan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi dalam konteks organisasi. Ini juga mencakup persyaratan untuk penilaian dan penanganan risiko keamanan informasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA