Traveloka enggan memberikan komentar terkait dengan rumor akuisisi tiga startup di Asia Tenggara.
Traveloka enggan memberikan komentar terkait dengan rumor akuisisi tiga startup di Asia Tenggara.

Soal Akuisisi PegiPegi, Traveloka Enggan Berkomentar

Teknologi Traveloka
Lufthi Anggraeni • 18 Desember 2018 17:07
Jakarta: Traveloka dikabarkan tengah bersiap akuisisi tiga perusahaan rintisan di industri pemesanan tiket dan hotel Asia Tenggara. Ketiga perusahaan tersebut adalah PegiPegi, MyTour dan Travelbook.

Saat dimintai keterangan menyoal hal ini, PR Manager Traveloka Busyra Oryza enggan memberikan komentarnya, meski mengaku Traveloka tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi jika mendukung proses perluasan pasar yang tengah difokuskannya.

"Soal akuisisi, kami belum bisa berkomentar banyak. Tunggu waktunya. Akuisisi bisa menjadi satu opsi strategi bisnis, tapi saat ini fokus kami membangun layanan dan produk Traveloka," ujar Busyra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sementara itu, rumor terkait akuisisi ini juga mendapatkan komentar dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Menurutnya, akuisisi yang dilakukan Traveloka tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan oleh suatu usaha atau bisnis. Akuisisi tersebut juga dinilai Rudiantara menjadi salah satu model pengembangan usaha yang umum dipilih perusahaan. Rudiantara menyebut, akuisisi lebih merupakan salah satu bentuk lain dari kolaborasi yang patut didukung.

Sejumlah pihak menilai akuisisi yang dirumorkan akan dilakukan Traveloka ini menjadi salah satu upaya Traveloka untuk menjadi Decacorn pertama di Indonesia. Menyoal hal tersebut, Rudiantara enggan memberikan komentar.

Namun, Rudiantara mengindikasikan kemunculan Decacorn di Indonesia pada tahun 2019. Sayangnya, Rudiantara menolak memberikan informasi lebih lanjut dan menyebut perusahaan Decacorn ini baru akan diketahui setelah satu ronde pendanaan mendatang.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi