Selain itu, ponsel ini turut didukung Qualcomm Snapdragon 845, dengan RAM 6GB dan 8GB serta ruang penyimpanan 64GB, 128GB, dan 256GB.
Perangkat ini dilengkapi kamera belakang berteknologi kecerdasan buatan (AI), kamera depan 20MP dan baterai 4.000 mAh.
Pocophone F1 dipasarkan dengan harga setara USD300. Bagi pasar yang tidak disambangi oleh ponsel ini, pengguna dapat mengunduh dan melakukan instalasi Poco Launcher dari Google Play Store. Aplikasi ini dilaporkan Phone Arena, segera tersedia dalam versi beta.
Ponsel bersistem operasi Android 5.0 dan seterusnya dapat mengunduh aplikasi, dan sebanyak 500 ribu perangkat dilaporkan telah menginstal launcher tersebut hingga saat ini.
Sejumlah fitur membekali aplikasi ini termasuk cara untuk mengelompokan aplikasi dengan kode warna, sehingga lebih cepat ditemukan.
Aplikasi juga dapat dikelompokan berdasarkan kategori secara otomatis, dan pengguna juga bisa menciptakan grup khusus untuk memudahkan proses pencarian. Selain itu, launcher ini juga berbekal kemampuan untuk menyembunyikan ikon aplikasi.
Seluruh aplikasi ditempatkan di laci aplikasi, menghadirkan layar home yang bersih dan rapi. Poco Launcher juga didukung oleh animasi menarik untuk membantunya bekerja lebih cepat.
Sementara itu, di Tiongkok tengah berkembang tren memasangkan jam tangan pendeteksi detak jantung ke benda mati.
Beredar unggahan seorang netizen yang memasang Xiaomi Mi Band 3 ke gulungan tisu toilet. Anehnya, Xiaomi Mi Band 3 menampilkan bahwa benda tersebut memiliki detak jantung di angka 81 BPM.
Hal ini kemudian diikuti oleh netizen lainnya dengan menggunakan benda mati lain sehingga menjadi tren.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News