Di bawah ini, Medcom.id menyajikan rangkuman dari masing-masing berita teknologi terpopuler dilengkapi dengan tautan yang dapat diakses untuk menuju berita lengkap dari tiga berita teknologi terpopuler.
1. Xiaomi Winplay, Emulator Windows Buat Tablet
Beberapa waktu lalu sempat viral sebuah software yang dikenal sebagai Windows Emulator atau Winlator, memungkinkan game PC bisa dimainkan di smartphone. Kini kabarnya Xiaomi juga menyiapkan teknologi serupa Winlator tapi untuk tablet buatan mereka.
Xiaomi WinPlay disebut sebagai fitur yang menghadirkan teknologi seperti Winlator tapi dengan nama Xiaomi HyperCore. Meskipun belum diketahui tanggal rilis global tapi rumor menyebutkan bahwa Xiaomi WinPlay sedang diuji coba di Xiaomi Pad 6S Pro.
Dikutip dari situs GSM Arena, Xiaomi WinPlay nantinya tidak hanya menawarkan fitur seperti Window Emulator tapi juga mendukung layanan Steam. Hal ini menandakan pemilik tablet Xiaomi juga akan bisa memainkan game PC yang tersedia dari layanan atau akun Steam miliknya.
Baca lebih lengkap di sini.
2. 3 Hero Terbaik untuk Strategi Split Push di Mobile Legends
Split push adalah strategi yang sering digunakan di Mobile Legends untuk memberikan tekanan kepada lawan dengan menghancurkan turret di lane tertentu secara cepat. Berikut adalah tiga hero terbaik untuk menjalankan strategi ini, lengkap dengan tips agar lebih efektif.
Ling sangat cocok untuk split push. Kemampuan Finch Poise memungkinkan Ling melompat di dinding dan berpindah lane dengan cepat. Fanny dengan kecepatan kabel ini memiliki keunggulan dalam mobilitas ekstrem, memungkinkan dia berpindah dari satu turret ke turret lainnya dalam sekejap.
Sun sebagai fighter dengan kemampuan cloning, Sun sangat ideal untuk menghancurkan turret dengan cepat.
Baca lebih lengkap di sini.
3. Komdigi Diminta Tegas Bersihkan Ruang Digital dari Konten Negatif
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjaga ruang digital Indonesia tetap bersih dari konten negatif, termasuk judi online (judol) yang merugikan masyarakat dan merusak tatanan sosial ekonomi.
Dengan berkembangnya teknologi dan semakin canggihnya modus operandi pelaku, diperlukan langkah-langkah pengawasan yang lebih inovatif dan kolaboratif, baik melalui pemanfaatan teknologi terkini, penguatan regulasi, maupun kerja sama internasional," ujar Amelia.
Baca lebih lengkap di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News