Founder dan CEO Sonar, Amien Krisna memulai Sonar pada bulan Januari 2014. Ketika itu, Sonar sudah digunakan oleh beberapa perusahaan besar seperti XL Axiata dan Heineken.
“Semakin banyak perusahaan yang aktif secara digital membuat industrinya semakin ‘digital’. Hal ini meningkatkan kebutuhan untuk melakukan monitoring, analisis, dan mengumpulkan informasi penting,” kata Krisna. Sonar memonitor media sosial seperti Twitter dan Facebook, puluhan media online, beberapa forum internet dan blog pada Blogspot dan Wordpress.
Sonar bertujuan untuk membantu kliennya mengetahui pendapat netizen tentang mereknya. Selain itu, mereka juga dapat memberitahu topik yang sedang tren atau viral. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk membuat strategi pemasaran dan menjangkau konsumen mereka.
"Secara lokal, kami percaya bahwa kami merupakan platform yang paling maju, karena berbasis teknologi, memiliki algoritma yang lebih cepat dan akurat, serta siap untuk berkembang. Kebanyakan pemain lokal merupakan bisnis berbasis konsultasi dan prosesnya manual," kata Krisna.
Sementara dalam skala internasional, Sonar akan bersaing dengan perusahaan-perusahaan seperti Brandtology, Radian6 dari Salesforce dan Sysomos. Menurut Krisna, kelebihan Sonar dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan itu adalah kemampuanya untuk memahami dan beradaptasi dengan pasar lokal dengan lebih cepat.
Pada tahun 2021, Sonar ingin dapat menguasai pasar analitik data sosial di Asia dan Timur Tengah. “Kami tengah berencana membangun pasar di Filipina, dan kemudian dikembangkan ke Malaysia, Singapura, dan Australia pada tahun 2017,” kata Krisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News