Ilustrasi: Nikkei Asia Review
Ilustrasi: Nikkei Asia Review

Huawei: Inovasi Teknologi tak Lepas dari Konektivitas

Teknologi huawei telekomunikasi internet of things
Cahyandaru Kuncorojati • 12 Desember 2019 16:42
Labuan Bajo: Pelaksanaan transformasi digital sangat krusial untuk mendorong terwujudnya transformasi di segala lini industri, dari cara manusia menjalani kehidupan serta produktivitasnya sehari-hari, hingga cara mereka bekerja.
 
Ditumbuhkannya inovasi di bidang TIK menjadi fondasi esensial dalam pembangunan infrastruktur konektivitas, serta menjadi motor penggerak utama terjadinya digitalisasi di semua lini kehidupan manusia.
 
Terlebih, maraknya perkembangan teknologi 5G saat ini akan memicu kian membanjirnya aplikasi-aplikasi baru dan membawa angin segar bagi tumbuhnya model-model bisnis baru yang akan turut membentuk tatanan sosial kemasyarakatan dan ekonomi bangsa ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar dan terpesat di kawasan Asia Tengara, Indonesia diperkirakan akan meneguk hingga USD40 miliar pemasukan dari ekonomi Internet di tahun 2019, dengan rata-rata pertumbuhan diperkirakan mencapai 49 persen per tahunnya.
 
Dengan jumlah pengguna Internet yang mencapai 171 juta jiwa di tahun 2019 menurut APJII, Indonesia juga menjadi negara terdepan dalam hal penetrasi digital di kawasan tersebut.
 
Terlepas dari keberhasilan Indonesia dalam melakukan berbagai lompatan dan terobosan di bidang pembangunan konektivitas di beberapa tahun ke belakang, konektivitas dan keandalan broandband yang mendukungnya masih belum bisa menandingi negara-negara tetangga.
 
Mohammad Rosidi, Director ICT Strategy, Huawei Indonesia menyampaikan bahwa makin sengitnya persaingan dan kompetisi di industri dalam menghadirkan pengalaman digital yang kaya bagi pelanggan, juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi tersedianya konektivitas yang memadahi.
 
“Inovasi teknologi dan konektivitas merupakan fondasi bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik,” katanya.
 
Industri dituntut dapat menghadirkan layanan digital yang baik ke seluruh lapisan masyarakat, dari rumah-rumah, hingga ke perusahaan-perusahaan.
 
Ia menambahkan, hal tersebut tentu akan mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan akan konektivitas jaringan yang andal, canggih, berkecepatan tinggi, dan dengan tingkat latensi yang serendah mungkin, guna mendukung digelarnya beragam skenario pemanfaatan teknologi jaringan tersebut di berbagai segmen industri vertikal.
 
Sejumlah negara di dunia tengah membarui perjalanan transformasi mereka menuju digelarnya teknologi jaringan 5G di negara masing-masing termasuk di Indonesia.
 
Seiring dengan mulai meriahnya penetrasi 5G yang hadir dengan kecepatan tinggi dan latensi yang amat rendah secara teoritis, kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat membawa manfaat di setiap lini kehidupan manusia.
 
Teknologi tersebut juga diharapkan dapat menjadi simpul-simpul yang kokoh yang akan menjalin seluruh teknologi masa depan, serta memicu datangnya gelombang-gelombang baru yang membawa berbagai peluang bagi kehidupan manusia, dari pemanfaatan untuk IoT di rumah tangga, pengembangan kelas cerdas, manajemen darat di sebuah bandara cerdas, sistem pertanian cerdas, sistem manufaktur cerdas, AR/VR berbasis cloud, hingga terbangunnya kota cerdas nan aman.
 
Hal senada diungkapkan oleh Heru Sutadi, Direktur Eksekutif di Indonesia ICT Institute, bahwa dikembangkannya solusi-solusi TIK mutakhir diharapkan mampu mendukung hadirnya akses layanan Internet berkecepatan tinggi bagi masyarakat, rumah tinggal, maupun perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat.
 
Menurutnya, hal ini memiliki peran yang sangat fundamental dalam mendukung diimplementasikannya inisiatif pembangunan pita lebar nasional, sesuai dengan cita-cita bangsa untuk menjalin konektivitas hingga ke wilayah-wilayah pelosok tanah air.
 
"Kedepannya, Huawei akan terus menciptakan SDM TIK menuju 100.000 Indonesia Digital Leader sebagai bagian program strategis Huawei di bidang pengembangan SDM TIK di Indonesia,” kataKenQijian, VP Public Affairs & CommunicationsHuawei Indonesia.
 
Huawei menyelenggarakan serangkaian program sertifikasi, pelatihan, dan alih pengetahuan yang menyasar hingga 12.000 insinyur, 3.000 siswa dari berbagai jurusan yang berkenaan dengan TIK, serta menyelenggarakan ICT Competition yang diikuti oleh siswa-siswa dari delapan universitas ternama di Indonesia.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif