Sebagai informasi, 17 Juli merupakan tanggal peluncuran model baru Switch dengan dukungan baterai berdaya tahan lebih baik. Namun Kini, Nintendo membantah laporan tersebut dan menekankan bahwa perusahaannya tidak memiliki program itu.
Nintendo Switch versi orisinal dan versi baru hadir dengan tampilan serupa, namun mengusung satu perbedaan utama yaitu daya tahan baterai. Menurut sejumlah percobaan media, model baru ini menyuguhkan daya tahan baterai selama sekitar 4,5 hingga sembilan jam.
Daya tahan baterai Switch versi baru ini lebih tinggi dari Switch versi orisinal, yang mampu bertahan selama 2,5 hingga 6,5 jam. Selain ini, kedua perangkat hadir dengan spesifikasi tanpa perbedaan, seperti laporan The Verge.
Tidak hanya dua perangkat ini, Nintendo juga bersiap untuk meluncurkan Switch model baru, dengan perubahan desain signifikan. Pada tanggal 20 September mendatang, Nintendo akan meluncurkan Nintendo Switch Lite, model dengan ukuran lebih kecil dan berharga lebih terjangkau.
Sebelumnya, Nintendo mendaftarkan dokumen untuk Switch terbaru ke Federal Communications Commission (FCC), menampilkan informasi bahwa Switch baru tersebut akan didukung oleh chip lebih baru.
Pembekalan chip baru tersebut berarti Switch model ini akan menyuguhkan performa lebih baik, waktu loading lebih cepat, daya tahan baterai lebih lama, dan lain sebagainya. Nintendo menyerahkan dokumen pada FCC untuk meminta izin mengganti komponen dari Switch tanpa harus membuat konsol itu ditarik dari pasar.
Salah satu hal yang ingin Nintendo ganti adalah system-on-chip. Selain itu, mereka juga berencana untuk mengganti NAND memory. Nintendo baru saja memperkenalkan Switch Lite, yang menjadi alternatif dengan harga lebih murah dari Switch.
Nintendo Switch Lite dipasarkan dengan harga lebih murah USD100 (Rp1,4 juta), dihargai sebesar USD199 (Rp2,8 juta). Namun, berbeda dengan Switch, yang bisa menjadi konsol ketika Anda hubungkan ke televisi, Switch Lite hanya menawarkan pengalaman bermain mobile.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News