Kunjungan Para Jurnalis di Kampus Huawei ASEAN Academy
Kunjungan Para Jurnalis di Kampus Huawei ASEAN Academy

Pembangunan Infrastruktur Jaringan di Indonesia Naik Signifikan

Mohammad Mamduh • 30 November 2022 10:31
Jakarta: Huawei mengapresiasi upaya masif Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan yang dibutuhkan untuk mengkatalisasi pertumbuhan ekonomi digital negara.
 
Di sela-sela perhelatan 2022 Sustainability Forum, Connectivity+: Innovate for Impact, Liang Hua, Chairman Huawei, mengatakan bahwa Indonesia telah membuat peningkatan yang signifikan dalam jaringan broadband nirkabel dan tetap, selama beberapa tahun terakhir.
 
Forum tersebut membahas bagaimana inovasi TIK dapat membuka nilai bisnis dan sosial dari konektivitas sekaligus mendorong keberlanjutan dalam ekonomi digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Indonesia adalah negara dengan ribuan pulau. Sungguh luar biasa untuk dapat membangun infrastruktur komunikasi dalam lingkungan yang begitu kompleks. Atas dasar keterkaitan ini, kita harus memikirkan bagaimana mendorong perkembangan ekonomi digital,” jelas Liang Hua saat menjawab pertanyaan secara livestreaming di CSD Media Salon yang dihadiri oleh 16 jurnalis di Huawei Innovation Center, Jakarta.
 
“Baik secara global maupun di Indonesia, ekonomi digital berkembang pesat, dengan pengaruh dan kedalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Integrasi ekonomi digital dan ekonomi riil sangat penting. Integrasi dan inovasi teknologi digital generasi baru (seperti 5G, kecerdasan buatan, dan komputasi awan) akan memungkinkan transformasi dan peningkatan bagi sebagian industri dan sektor pertanian, serta mendorong pengembangan digital dalam industri tersebut," tambah Liang Hua.
 
Menurut Liang Hua, ekosistem digital di Indonesia perlu memikirkan bagaimana jangkauan koneksi yang luas, dikombinasikan dengan komputasi awan, kecerdasan buatan, dan teknologi digital baru, dapat mendorong pengembangan di bidang sosial serta bertambahnya mata pencaharian seperti pendidikan digital dan layanan kesehatan cerdas.
 
Misalnya, perawatan kesehatan cerdas yang mengimplementasikan telemedicine. Banyak orang tinggal di daerah terpencil. Melalui bandwidth dan kecepatan koneksi yang tinggi, ekosistem mampu menyediakan layanan telemedicine berkualitas, sehingga banyak orang dapat mengakses layanan kesehatan yang baik.
 
“Melalui pendidikan cerdas, termasuk pembelajaran daring/jarak jauh, lebih banyak orang dapat meningkatkan keterampilan dan literasi digital mereka. Di sisi lain, masyarakat dapat lebih menikmati kemudahan dan kesejahteraan sosial yang dibawa oleh teknologi digital di era ekonomi digital. Keterampilan digital juga dapat digunakan untuk bekerja lebih baik dan mendorong pembangunan ekonomi," tutup Liang Hua.
 
Selama lebih dari 22 tahun, Huawei mengklaim mendukung Indonesia dalam membangun infrastruktur jaringan dan mengembangkan talenta digital. Dengan misi menghubungkan yang belum terkoneksi, Huawei telah menyebarkan lebih dari 110.000 BTS, menjangkau lebih dari 260 juta orang di seluruh Indonesia.
 
Sementara itu, Huawei telah melatih lebih dari 70.000 talenta digital di Indonesia guna memenuhi komitmennya untuk melatih 100.000 talenta digital pada tahun 2025.
 
Selama Forum CSD, Huawei menandatangani komitmen global untuk bergabung dengan aliansi digital Partner2Connect dari International Telecommunication Union, yang akan menghadirkan konektivitas ke sekitar 120 juta orang di daerah terpencil di lebih dari 80 negara pada tahun 2025.
 
Pembicara pada acara tersebut termasuk pemimpin senior dari ITU dan PBB, menteri telekomunikasi dan regulator di Kamboja, Nigeria, Bangladesh, dan Pakistan, dan pemimpin bisnis, mitra, pakar, dan pelanggan dari China, Afrika Selatan, Belgia, dan Jerman.
 
“Jelas bahwa konektivitas saja tidak cukup. Itu harus terjangkau, konten harus relevan dan dalam bahasa lokal, dan pengguna harus memiliki keterampilan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin,” kata Wakil Sekretaris Jenderal ITU Malcolm Johnson.
 
"Terima kasih kepada Huawei atas dukungan mereka terhadap Koalisi Digital Partner2Connect (P2C), dan atas ikrar P2C yang mereka umumkan di bidang utama konektivitas pedesaan dan keterampilan digital."
 
Jacky Chen, CEO of Huawei Indonesia, mengatakan sebagai penyedia solusi TIK global terkemuka, Huawei selalu mencari terobosan dan inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
 
"Huawei akan terus memperluas inklusi digital untuk menghubungkan masyarakat yang selama ini sulit dijangkau layanan internet melalui berbagai solusi, termasuk solusi Huawei Rural Star yang telah diterapkan di banyak negara di dunia. Kami melihat solusi ini sangat cocok untuk  diterapkan untuk menciptakan konektivitas antar pulau di Indonesia,” kata Jacky Chen.
 
Pada tahun 2021, Huawei dan mitra operator menguji coba solusi broadband nirkabel Rural Star Pro dengan fitur utama LTE untuk backhaul di daerah terpencil di Pulau Kalimantan. Solusi seri RuralStar telah menyediakan koneksi untuk lebih dari 60 juta orang di daerah terpencil di lebih dari 70 negara.
 
"Kami terus meningkatkan solusi RuralStar dan RuralLink untuk memperluas jangkauan kualitas ke daerah terpencil, memungkinkan lebih banyak orang, rumah sakit komunitas, sekolah, pemerintah daerah, serta usaha kecil dan menengah untuk menikmati pengalaman konektivitas broadband berkecepatan tinggi seperti di kota," kata Cao Ming, President, Huawei Wireless Solution.
 
Pembangunan jaringan broadband optik menawarkan rute penting lainnya untuk mewujudkan layanan universal. Huawei telah mengusulkan solusi AirPON yang inovatif untuk daerah dengan kepadatan penduduk rendah, termasuk daerah terpencil.
 
Solusi ini secara terus menerus mengurangi jejak ruang peralatan, biaya pemasangan serat optik, dan konsumsi daya jaringan, sambil memastikan penerapan jaringan komunikasi lokal yang cepat.
 
Transformasi digital, talenta digital, dan model bisnis baru adalah penting untuk pembangunan yang seimbang di daerah terpencil.
 
Huawei sebelumnya mengumumkan bahwa pada tahun 2025, dengan peningkatan infrastruktur TIK, perusahaan akan bekerja dengan mitra untuk memungkinkan 500 juta orang menikmati layanan keuangan digital dan 500.000 orang menikmati pendidikan inklusif.
 
(MMI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif