Apple melaporkan kuartal pertama fiskal 2026 dengan pendapatan rekor USD143,78 miliar, iPhone 17 naik 23% serta basis perangkat aktif 2,5 miliar unit.
Apple melaporkan kuartal pertama fiskal 2026 dengan pendapatan rekor USD143,78 miliar, iPhone 17 naik 23% serta basis perangkat aktif 2,5 miliar unit.

Apple Catat Rekor Penjualan iPhone Kuartal Pertama Fiskal 2026

Lufthi Anggraeni • 30 Januari 2026 16:46
Ringkasnya gini..
  • Apple mencetak pendapatan kuartal pertama fiskal 2026 sebesar USD143,78 miliar, naik 16% dibandingkan dengan tahun lalu, didorong oleh penjualan iPhone 17 yang sangat tinggi.
  • Pendapatan iPhone melonjak 23% menjadi USD85,27 miliar, termasuk lonjakan kuat di Tiongkok, sementara Services mencapai rekor hampir USD30 miliar.
  • Apple memproyeksikan pertumbuhan pendapatan 13% hingga 16% untuk kuartal berikutnya, meski menghadapi tantangan pasokan dan dinamika pasar komponen.
Jakarta: Apple Inc. merilis laporan keuangan untuk kuartal pertama fiskal 2026, periode yang berakhir pada tanggal 27 Desember 2025, dengan hasil yang mengungguli ekspektasi analis pasar modal.
 
Mengutip Phone Arena, pendapatan perusahaan mencapai USD143,78 miliar, sekitar Rp2.200 triliun, meningkat 16% dibanding periode yang sama tahun lalu, serta melebihi prediksi rata-rata Wall Street sekitar USD138,4 miliar (Rp2.323,5 triliun).
 
Kenaikan ini didorong oleh permintaan iPhone yang luar biasa kuat, khususnya seri iPhone 17, mencatat rekor pendapatan terbesar sepanjang sejarah iPhone. CEO Apple Tim Cook menyatakan bahwa tingginya permintaan global terhadap iPhone, terutama model iPhone 17 dan variannya, menjadi faktor utama yang menaikkan pendapatan perangkat keras.

iPhone menyumbang lebih dari USD85,27 miliar (Rp1.431,6 triliun) terhadap total pendapatan Apple dalam kuartal ini, lonjakan 23% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan jauh melampaui estimasi analis sekitar USD78,65 miliar (Rp1.319,9 triliun).
 
Perusahaan teknologi raksasa ini juga mencatat rekor penjualan iPhone di hampir semua wilayah geografis, termasuk lonjakan kuat di Tiongkok. Apple mencatat rekor pertumbuhan di pasar Tiongkok, dengan pendapatan iPhone meningkat sekitar 38% secara tahunan mencapai lebih dari USD25,5 miliar (Rp428,1 triliun), jauh di atas perkiraan analis.
 
Menurut Cook, kawasan tersebut tidak hanya mencatat peningkatan pembelian iPhone oleh pengguna yang sudah ada, tetapi juga lonjakan pengguna baru yang berpindah dari perangkat Android ke iPhone.
 
Selain performa iPhone kuat, unit Services Apple, mencakup App Store, Apple Music, Apple TV+, iCloud, dan layanan langganan lain, juga mencapai rekor pendapatan baru sekitar USD30 miliar (Rp503,6 triliun), naik hampir 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Kendati sedikit di bawah target Wall Street sebesar USD30,07 miliar (Rp504,8 triliun), hasil ini tetap menunjukkan kontribusi kuat dari basis pengguna aktif Apple yang terus berkembang. Apple juga mengumumkan bahwa basis perangkat aktif telah mencapai lebih dari 2,5 miliar unit, naik dari sekitar 2,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
 
Pertumbuhan jumlah perangkat aktif memberikan dampak positif pada pendapatan Services, karena semakin banyak pengguna yang membeli aplikasi, media, dan langganan melalui ekosistem Apple. Namun, tidak semua lini produk mencetak pertumbuhan.
 
Bagian Wearables, Home, and Accessories mengalami sedikit penurunan pendapatan tahunan, dari USD11,75 miliar (Rp197,2 triliun) menjadi sekitar USD11,49 miliar (Rp192,9 triliun), serta gagal memenuhi target analis sekitar USD12,04 miliar (Rp202,1 triliun). Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika permintaan terhadap perangkat seperti AirPods dan Apple Watch di luar lini iPhone.
 
Setelah rilis laporan keuangan, saham Apple bergerak positif di pasar saham. Selama jam perdagangan reguler, harga saham naik sebelum kemudian melanjutkan kenaikan di sesi perdagangan setelah penutupan pasar, mencerminkan respons investor yang kuat terhadap hasil kuartal ini.
 
Apple juga memberikan proyeksi untuk kuartal fiskal kedua, dengan perusahaan memperkirakan pendapatan akan tumbuh sekitar 13% hingga 16%, antara USD107,8 miliar (Rp1.809 triliun) hingga USD110,66 miliar (Rp1.857,6 triliun).
 
Permintaan iPhone diperkirakan tetap menjadi faktor utama pertumbuhan, sementara pendapatan Services diharapkan mempertahankan momentum solid. Namun, Apple juga memperingatkan potensi pasokan iPhone terbatas dalam periode berikutnya akibat permintaan yang tetap tinggi.
 
Kendati hasil kuartal pertama fiskal sangat kuat, Apple tetap menghadapi sejumlah tantangan jangka menengah dan panjang. Permintaan komponen seperti chipset memori masih tertekan oleh gangguan pasokan global, dapat mempengaruhi margin keuntungan perangkat keras di kuartal berikutnya.
 
Apple juga terus menyesuaikan strategi AI dan integrasi teknologi baru yang dinilai penting oleh investor serta analis industri teknologi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA