Google juga mengumumkan bahwa Gboard telah mendukung bahasa Mandarin, baik versi tradisional maupun yang telah disederhanakan, dan bahasa Korea, serta 20 bahasa tambahan lainnya.
Kehadiran bahasa Mandarin dan Korea pada aplikasi ini dilaporkan menjadi jawaban Google dari permintaan pengguna. Keduanya menjadi dua bahasa yang paling banyak diminta pengguna untuk hadir di aplikasi keyboard tersebut.
Google juga menyebut bahwa perusahaannya berkomitmen memastikan bahasa yang kurang dikenal, seperti Manx dan Maori, juga tersedia di aplikasi keyboard ini. Sehingga bahasa China dan Korea disebut Google, bukan satu-satunya bahasa yang mendapatkan perhatiannya.
Selain itu, Google turut mendorong pengguna Gboard untuk memberikan umpan balik kepada perusahaannya, jika bahasa yang digunakan belum tersedia di aplikasi versi Android tersebut. Sebelumnya, Google mengonfirmasi bahwa YouTube tengah mengembangkan fitur serupa Snapchat dan Instagram Stories.
YouTube juga menambahkan fitur baru yaitu filter layar hijau dengan teknologi Augmented Reality (AR). Teknologi ini dijelaskan pada blog penelitian Google sebagai fitur yang menggunakan jaringan syaraf untuk mengidentifikasi dan memisahkan subyek dari latar belakang.
Efek ini serupa dengan efek layar hijau, memungkinkan kreator untuk menyematkan latar yang diinginkan secara langsung. Namun, Google menghadirkan sentuhan lebih baik pada fitur ini karena tidak membutuhkan layar hijau sesungguhnya agar dapat memisahkan subjek dengan latar secara lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News