Bukalapak dilaporkan melakukan pemangkasan pegawai perusahaannya dalam jumlah besar.
Bukalapak dilaporkan melakukan pemangkasan pegawai perusahaannya dalam jumlah besar.

Tanggapan Bukalapak Soal Isu Pemecatan Karyawan

Teknologi bukalapak startup
Lufthi Anggraeni • 10 September 2019 17:35
Jakarta: Bukalapak dilaporkan melakukan pemangkasan pegawai perusahaannya dalam jumlah besar. Hal ini mendapatkan tanggapan dari pihak Bukalapak yang menyebut bahwa perusahaannya sudah tumbuh sebesar dan secepat ini dalam kurun waktu singkat.
 
"Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company, " ujar Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono.
 
Penataan perusahaan tersebut, jelas Intan, diperlukan oleh Bukalapak terutama untuk menjamin visi agar dapat terus bertumbuh sebagai e-commerce yang stabil dalam kurun waktu yang lama. Selain itu, Bukalapak menilai kehadiran platform jual beli berkelanjutan menjadi salah satu hal penting.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Intan menyebut proses penataan yang dilakukan perusahaannya tidak hanya terkait dengan karyawan. Bukalapak juga menerapkan Standard Operating Procedure (SOP), sistem organisasi dan merekrut talenta baru di level Board of Director, Manajemen dan lainnya.
 
Sementara itu sumber yang dikutip CNBC menyebut bahwa pemangkasan karyawan ini berdampak pada ratusan pegawai. Karyawan yang terkena dampak perampingan ini mengaku telah menjalani proses audiensi sebanyak beberapa kali dengan manajemen di lokasi berbeda.
 
Masih belum mendapat konfirmasi, rumor yang beredar menyebut perampingan jumlah karyawan ini berdampak pada sejumlah divisi seperti engineering, marketing, dan customer service, meski belum diketahui jumlah pasti karyawan yang terkena dampak PHK ini.
 
Rumor lain yang beredar turut menyebut bahwa divisi engineering menjadi salah satu divisi yang terkena dampak paling besar dari proses perombakan perusahaan yang dilakukan oleh startup yang kini telah bernilai mencapai USD1 miliar (Rp14,04 triliun).
 
Menurut data dari Startup Ranking per 22 Juni 2019, Bukalapak mencatat trafik bulanan sebanyak 131,7 juta kunjungan. Trafik ini menganjarnya dengan posisi teratas pada daftar startup asal Indonesia.
 
Posisi di bawah Bukalapak ditempati oleh Blibli, Traveloka, Zalora Indonesia, Zenius Education, Blanja, Alodokter, Ruangguru, Dokter Sehat, dan Elevenia. Bukalapak juga tercatat memiliki sebanyak 40 juta mitra atau disebut dengan nama pelapak dan 50 juta pengguna, hingga akhir tahun 2018 lalu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif