Tidak semua manusia akan lebih memilih berinteraksi dengan robot. (Wikimedia)
Tidak semua manusia akan lebih memilih berinteraksi dengan robot. (Wikimedia)

Robot tak Bakal Bisa Gantikan Manusia

Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Januari 2017 11:28
medcom.id: Saat ini, otomatisasi sedang menjadi pembicaraan hangat. Ada kekhawatiran bahwa manusia akan tergantikan oleh robot. Namun, hanya karena robot dapat bekerja dengan lebih baik dari manusia, bukan berarti pekerja manusia tidak lagi diperlukan.
 
Sebuah mesin memang biasanya bisa mengerjakan tugas dengan lebih baik dari manusia, tapi ia tidak memiliki kemampuan untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dengan keadaan yang ia hadapi. Meskipun mengikuti protokol, seorang manusia yang menguasai pekerjaannya tahu kapan harus menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan. 
 
Bulan lalu, laporan dari Gedung Putih menyebutkan, meningkatnya popularitas AI akan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan. TechCrunch menyebutkan, banyak orang yang menjadi bagian dari ekosistem startup percaya, kita akan terus berusaha memajukan teknologi sejauh kita bisa. Namun, tidak semua orang senang dengan pendekatan ini.

Minggu lalu, The New York Times melaporkan bahwa menurut studi McKinsey, meski otomatisasi memang sedang tumbuh, ia tidak berkembang secepat yang kita dengar di berita.
 
"Bagaimana otomatisasi mempengaruhi lowongan pekerjaan tidak akan diputuskan oleh apa yang mungkin dilakukan oleh teknologi, yang biasanya menjadi fokus dari para ahli teknologi," kata James Manyika dari McKinsey pada Times.
 
Pada akhirnya, ada banyak faktor yang diperhitungkan untuk melakukan otomatisasi, termasuk keinginan manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain. Misalnya ATM. Ia dikembangkan pada tahun 1960-an dan mulai populer pada tahun 1970-an dan 1980-an. Sejatinya, ia berfungsi untuk menggantikan manusia. Meskipun begitu, ada 2017, bank masih mempekerjakan manusia sebagai kasir.
 
ATM memang memudahkan Anda untuk mengambil uang dimana saja dan kapan saja, bahkan setelah bank tutup. Sekarang, kegiatan perbankan bahkan bisa dilakukan melalui perangkat mobile. Ketika Anda pergi ke bank, Anda akan tetap menemukan pekerja manusia. Alasannya sederhana, karena dalam masalah uang, kita terkadang masih ingin bisa berbicara dengan seorang profesional.
 
Begitu pula dengan kesehatan. Meskipun ada mesin/sistem yang membantu dokter untuk membantunya mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang sesuai, kita akan tetap ingin berbicara dengan seorang dokter, yang telah mendapatkan latihan untuk menjelaskan pada pasien tentang opsi yang mereka miliki dan mengerti seni dari sains. 
 
Satu hal yang harus diingat adalah peran manusia masih penting. Bahkan dalam industri yang tidak memerlukan pendidikan tinggi seperti dokter, bukan berarti manusia akan merasa lebih nyaman berinteraksi dengan mesin daripada manusia. 
 
Misalnya pada layanan seperti Uber. Mobil otonom terus berkembang. Layanan transportasi berbasis aplikasi tentunya ingin menggunakan teknologi ini karena ini akan menurunkan harga tarif. Namun, itu bukan berarti semua pelanggan akan lebih suka menaiki mobil otonom. Sebagian orang senang berbicara dengan para sopir.
 
Teknologi memang terus berkembang. Meskipun begitu, ada hal-hal dasar yang tidak akan berubah. Komunikasi sesama manusia adalah salah satunya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan